Cara Membuat Journey Plan Untuk Salesman Anda

Published On

26 June 2026

sistem journey plan untuk distributor

Journey plan memiliki peran penting dalam aktivitas penjualan FMCG. Dengan adanya jadwal kunjungan yang jelas, perusahaan dapat mengatur kunjungan outlet, mengalokasikan sumber daya sales dengan lebih baik, serta memastikan aktivitas lapangan berjalan sesuai rencana.

Dalam industri FMCG, tim sales dituntut untuk mengunjungi banyak outlet secara rutin sekaligus mencapai target penjualan yang telah ditetapkan. Perencanaan kunjungan yang baik membantu perusahaan menentukan prioritas outlet, menjaga hubungan dengan pelanggan, memperoleh informasi pasar, dan meningkatkan produktivitas tim sales di lapangan.

Apa Itu Journey Plan?

Journey plan adalah jadwal kunjungan harian yang digunakan oleh tenaga penjual, khususnya dalam industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Journey plan berisi daftar outlet yang harus dikunjungi, jadwal kunjungan, serta aktivitas penjualan yang perlu dilakukan selama kunjungan berlangsung.

Tujuan utama journey plan adalah memastikan setiap kunjungan sales dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Dengan perencanaan yang jelas, tenaga penjual dapat mengatur aktivitas hariannya dengan lebih baik dan memastikan setiap outlet mendapatkan kunjungan secara rutin.

Meskipun disusun sebelumnya, journey plan tetap bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Pada channel General Trade (GT), perubahan dapat terjadi ketika ada outlet yang tidak lagi aktif, penambahan outlet baru, perpindahan lokasi pelanggan, atau penyesuaian jumlah tenaga penjual sesuai kebutuhan operasional di lapangan.

Pentingnya Journey Plan

Journey plan memiliki peran penting dalam membantu tim sales mengelola kunjungan outlet sekaligus mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas penjualan di lapangan.

  1. Memahami Pelanggan dengan Lebih Baik
    Kunjungan outlet yang dilakukan secara rutin membantu tenaga penjual memahami pola pembelian pelanggan, tingkat permintaan produk, serta kondisi ketersediaan stok di setiap outlet.

    Melalui kunjungan tersebut, tim sales dapat mengetahui produk yang memiliki perputaran lebih cepat dan memperkirakan kapan outlet membutuhkan pengisian stok kembali.
  2. Mengumpulkan Masukan dari Pasar
    Journey plan membantu memastikan tenaga penjual berinteraksi secara konsisten dengan pemilik maupun pengelola outlet.

    Selama kunjungan, sales dapat menemukan berbagai informasi terkait ketersediaan produk, proses pemesanan, program promosi, hingga kebutuhan pelanggan. Informasi tersebut kemudian dapat dilaporkan kepada supervisor sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan bisnis.
  3. Memantau Aktivitas Kompetitor
    Kunjungan outlet juga memberikan kesempatan bagi tenaga penjual untuk mengamati aktivitas kompetitor di pasar.

    Tim sales dapat mengumpulkan informasi mengenai produk kompetitor, harga jual, program promosi, ketersediaan produk, hingga penempatan produk di rak. Informasi ini membantu perusahaan memahami dinamika pasar dan menyusun strategi penjualan yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.

Cara Membuat Journey Plan

Journey plan membantu perusahaan FMCG memastikan setiap kunjungan sales dilakukan secara terencana, konsisten, dan memiliki tujuan yang jelas. Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk menyusun journey plan yang optimal.

  1. Analisis Wilayah Penjualan
    Sebelum menyusun journey plan, supervisor perlu melakukan analisis terhadap wilayah kerja yang menjadi tanggung jawab tim sales. Tujuannya adalah untuk memahami karakteristik pelanggan, pola pembelian, potensi pasar, serta persebaran outlet di setiap area.

    Melalui analisis ini, perusahaan dapat mengelompokkan wilayah berdasarkan potensi penjualan dan menentukan area yang perlu mendapatkan perhatian lebih besar dari tim sales.
  2. Segmentasi Outlet
    Setiap outlet memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Karena itu, outlet perlu dikelompokkan berdasarkan faktor seperti volume penjualan, profitabilitas, potensi pertumbuhan, dan nilai strategis bagi bisnis.

    Outlet dengan kontribusi penjualan yang tinggi biasanya membutuhkan frekuensi kunjungan yang lebih sering, sementara outlet dengan prioritas lebih rendah dapat mengikuti jadwal kunjungan yang berbeda.
  3. Susun Rute dan Jadwal Kunjungan
    Perencanaan rute menjadi bagian penting dalam journey plan. Supervisor perlu menentukan outlet yang harus dikunjungi, urutan kunjungan, serta rute yang akan ditempuh oleh tenaga penjual.

    Proses ini dapat dilakukan lebih mudah menggunakan teknologi digital. Dengan BOSNET Mobile Supervisor, supervisor dapat membuat penugasan, memantau aktivitas sales, dan melihat kinerja tim dalam satu platform. Hal ini membantu memastikan kunjungan dilakukan sesuai rencana yang telah ditetapkan.
  4. Tentukan Frekuensi Kunjungan
    Setiap outlet membutuhkan frekuensi kunjungan yang berbeda sesuai dengan potensi penjualan, perputaran produk, dan kebutuhan bisnis.

    Outlet dengan volume penjualan yang tinggi umumnya memerlukan kunjungan yang lebih rutin untuk menjaga ketersediaan produk dan hubungan dengan pelanggan. Sementara itu, outlet dengan aktivitas yang lebih rendah dapat dijadwalkan dengan frekuensi yang berbeda.
  5. Pantau KPI Sales
    Perusahaan perlu menetapkan Key Performance Indicators (KPI) untuk mengukur keberhasilan journey plan yang telah diterapkan.

    Beberapa indikator yang umum digunakan antara lain pertumbuhan penjualan, nilai pesanan, kepuasan pelanggan, cakupan outlet, ketersediaan produk, dan penempatan produk di outlet. Pemantauan KPI membantu supervisor mengevaluasi kinerja tim sales dan menemukan area yang masih perlu ditingkatkan.
  6. Pantau Pelaksanaan di Lapangan
    Menyusun journey plan saja tidak cukup. Perusahaan juga perlu memastikan bahwa setiap kunjungan yang telah direncanakan benar-benar dilakukan di lapangan.

    Solusi yang dilengkapi fitur geotagging dan pelacakan aktivitas secara real-time dapat membantu supervisor memverifikasi kunjungan outlet dan memantau aktivitas sales. BOSNET Mobile Distribution memberikan visibilitas terhadap aktivitas lapangan, mulai dari kunjungan outlet, pencatatan aktivitas penjualan, hingga kepatuhan sales terhadap journey plan yang telah ditentukan.

150+ Brand Ternama Percayakan Distribusi kepada BOSNET

Lebih dari 150 brand mengandalkan BOSNET untuk mengelola proses distribusi dan penjualan secara efisien. BOSNET menyediakan solusi end-to-end bagi distributor untuk memantau operasi, kinerja, dan penjualan secara real-time.

Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana BOSNET dapat menyederhanakan operasional Anda dan memberikan visibilitas real-time di seluruh jaringan distribusi Anda.

#BOSNET #BestFMCGRunsBOSNET #Distribution #SupplyChain #IncreaseRevenue #ReduceCost

wa-icon