Modern trade menjadi salah satu saluran penjualan yang banyak digunakan bisnis FMCG. Supermarket, minimarket, hypermarket, dan convenience store memungkinkan brand menjangkau banyak pelanggan melalui jaringan ritel yang dikelola secara terorganisir.
Pengelolaan saluran ini membutuhkan cara kerja yang berbeda, terutama dalam aktivitas penjualan dan distribusi. Jumlah outlet yang banyak, pembelian terpusat, program promosi, serta ketersediaan produk perlu dipantau agar aktivitas operasional tetap berjalan sesuai target penjualan.
Apa Itu Modern Trade?
Modern trade adalah saluran ritel yang beroperasi melalui jaringan toko dan menerapkan proses pembelian serta penjualan yang terorganisir. Contohnya meliputi supermarket, hypermarket, minimarket, dan convenience store.
Berbeda dari traditional trade, keputusan pembelian pada modern trade sering kali ditangani oleh tim yang terpusat atau departemen procurement tertentu. Produk kemudian didistribusikan ke berbagai outlet sesuai rencana penjualan dan kebutuhan stok yang telah disepakati.
Model tersebut memungkinkan bisnis menjangkau pelanggan dalam cakupan yang lebih luas. Namun, pengelolaannya membutuhkan koordinasi yang akurat antara aktivitas sales, inventory, warehouse, dan distribusi agar produk dapat tersedia sesuai kebutuhan.
Mengapa Modern Trade Penting bagi Distribusi FMCG?
Modern trade membantu brand FMCG menjangkau banyak outlet yang berada dalam jaringan ritel. Melalui proses distribusi yang terkoordinasi, produk dapat tersedia di berbagai lokasi dan menjangkau pelanggan dari area yang berbeda.
Saluran ini juga menghasilkan data penjualan yang dapat digunakan bisnis untuk melihat performa produk. Volume pesanan, penjualan per outlet, pergerakan produk, hingga hasil program promosi dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana produk diterima di setiap lokasi.
Bagi distributor, pengelolaan aktivitas tersebut membantu menjaga ketersediaan produk sekaligus memastikan kegiatan penjualan dan distribusi berjalan sesuai kebutuhan setiap outlet. Data dari modern trade juga dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi penjualan dan menentukan langkah distribusi berikutnya.
Strategi Meningkatkan Penjualan dan Distribusi Modern Trade
Pengelolaan modern trade membutuhkan koordinasi antara aktivitas penjualan dan distribusi. Beberapa strategi berikut dapat membantu bisnis mengelola channel berdasarkan kondisi penjualan dan stok aktual.
- Gunakan Data Penjualan sebagai Dasar Perencanaan
Riwayat penjualan dapat menunjukkan tingkat permintaan produk, frekuensi pemesanan, dan performa setiap outlet. Data tersebut membantu tim menentukan produk yang perlu ditawarkan serta outlet yang perlu mendapat perhatian lebih.
Perbandingan data penjualan antar lokasi juga dapat membantu bisnis melihat perbedaan performa dan menyesuaikan aktivitas sales berdasarkan hasil aktual. - Tingkatkan Cakupan Outlet
Setiap outlet memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga frekuensi kunjungannya tidak harus sama. Outlet dengan volume penjualan tinggi mungkin membutuhkan kunjungan secara rutin, sedangkan outlet dengan aktivitas penjualan lebih rendah dapat mengikuti jadwal yang berbeda.
Tim sales dapat menentukan prioritas kunjungan berdasarkan volume penjualan, riwayat pesanan, ketersediaan produk, dan kebutuhan outlet saat ini. - Pantau Ketersediaan Produk
Pemantauan stok di outlet dan warehouse membantu distributor mengetahui lokasi yang membutuhkan replenishment. Informasi stok juga membantu tim sales menghindari penawaran produk yang sedang tidak tersedia.
Data tersebut memberikan gambaran mengenai pergerakan produk di berbagai lokasi sehingga kebutuhan pengiriman dan pengisian ulang stok dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi aktual. - Kelola Promosi Berdasarkan Data Penjualan
Perencanaan promosi perlu mempertimbangkan riwayat penjualan, permintaan produk, dan ketersediaan stok. Selama dan setelah promosi berlangsung, tim dapat memantau penjualan untuk melihat apakah program tersebut menghasilkan pergerakan produk sesuai target.
Hasil evaluasi dapat menjadi acuan saat menentukan program promosi berikutnya, termasuk kebutuhan stok yang perlu disiapkan. - Digitalisasi Aktivitas Sales
Aktivitas modern trade mencakup pemesanan, kunjungan outlet, tindak lanjut pelanggan, hingga pelaporan penjualan. Penggunaan tools digital membantu tim mencatat aktivitas tersebut dan mengakses informasi yang dibutuhkan saat bekerja di lapangan.
Salesman dapat menggunakan aplikasi mobile untuk mengelola pesanan, jadwal kunjungan, dan tindak lanjut pelanggan. Supervisor juga dapat melihat aktivitas tim dan performa penjualan melalui data yang tercatat secara digital. - Hubungkan Data Sales dan Inventory
Data penjualan dan inventory perlu saling terhubung agar keputusan distribusi dapat mengikuti kondisi aktual. Tim sales membutuhkan informasi mengenai stok yang tersedia, sementara tim inventory perlu mengetahui permintaan dan pergerakan produk.
Keterhubungan data tersebut membantu bisnis menentukan pesanan, replenishment, dan distribusi produk ke berbagai outlet modern trade secara lebih terarah.
Kelola Distribusi Modern Trade dengan BOSNET
BOSNET menyediakan solusi distribusi yang membantu distributor memantau operasional, performa penjualan, pergerakan stok, dan aktivitas distribusi secara real-time.
Mulai dari eksekusi penjualan dan pengelolaan pesanan hingga operasional warehouse dan proses pengiriman, BOSNET memberikan visibilitas di setiap tahap distribusi. Informasi yang terhubung membantu bisnis memantau aktivitas di berbagai outlet dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi aktual.
Pengelolaan modern trade membutuhkan koordinasi antara sales, inventory, warehouse, dan distribusi.
Hubungi BOSNET untuk mengetahui bagaimana solusi BOSNET dapat membantu mengelola distribusi secara lebih terintegrasi dan mendukung pertumbuhan bisnis.
#BOSNET #BestFMCGRunsBOSNET #Distribution #SupplyChain #IncreaseRevenue #ReduceCost

