Alasan Mengapa On-Time-In-Fill Menjadi KPI Penting bagi Distributor

Published On

13 July 2026

sistem on time in full untuk distributor

Ketika pengiriman terlambat atau pesanan tidak terpenuhi sepenuhnya, dampaknya dapat langsung dirasakan pelanggan. Keterlambatan pengiriman dan produk yang tidak lengkap dapat memengaruhi kepuasan pelanggan dan peluang penjualan.

Karena itu, banyak perusahaan menggunakan On-Time In-Full untuk mengukur kinerja pengiriman. Metrik ini menunjukkan apakah pesanan dikirim sesuai jadwal dan apakah pelanggan menerima seluruh produk yang mereka pesan.

Apa Itu On-Time In-Full?

On-Time In-Full adalah KPI yang digunakan untuk mengukur kinerja pengiriman dalam rantai pasok. Pengukuran dilakukan berdasarkan dua hal, yaitu apakah pesanan dikirim sesuai jadwal dan apakah pelanggan menerima seluruh produk yang mereka pesan.

Skor yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan mampu menjaga ketepatan waktu pengiriman sekaligus memenuhi pesanan pelanggan secara lengkap. Karena itu, distributor, produsen, dan retailer sering menggunakan metrik ini untuk memantau kualitas layanan dan kinerja distribusi.

  1. On-Time
    On-Time mengukur apakah pesanan diterima pelanggan sesuai tanggal pengiriman atau dalam rentang waktu yang telah disepakati sebelumnya. Target pengiriman tersebut biasanya ditentukan dalam Service Level Agreement (SLA) antara perusahaan dan pelanggan.

    Keterlambatan beberapa jam saja dapat membuat pengiriman tidak memenuhi target apabila pesanan diterima di luar jadwal yang telah ditentukan.
  2. In-Full
    In-Full mengukur apakah seluruh produk dalam pesanan berhasil dikirim secara lengkap. Sebuah pesanan hanya dianggap memenuhi kriteria In-Full apabila pelanggan menerima seluruh item yang dipesan dalam jumlah yang sesuai dan dalam keadaan baik.

    Apabila ada satu produk yang tidak terkirim, maka pesanan tersebut tidak memenuhi kriteria In-Full meskipun seluruh produk lainnya telah diterima tepat waktu.

Mengapa On-Time In-Full Penting bagi Distributor?

On-Time In-Full dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan distributor dalam mengelola persediaan, operasional gudang, dan proses pengiriman. Pemantauan yang konsisten juga membantu perusahaan menemukan kendala operasional lebih awal sebelum memengaruhi layanan kepada pelanggan.

  1. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan
    Pelanggan mengharapkan pesanan diterima sesuai jadwal dan dalam jumlah yang lengkap. Ketika harapan tersebut terpenuhi, distributor dapat membangun kepercayaan pelanggan dan menciptakan pengalaman yang lebih baik.

    Konsistensi dalam pengiriman juga dapat mendorong pembelian berulang dan hubungan bisnis jangka panjang.
  2. Mengurangi Biaya Operasional
    Keterlambatan pengiriman dan pesanan yang tidak lengkap sering kali menimbulkan biaya tambahan, mulai dari biaya pengiriman ulang, pengiriman prioritas, hingga denda akibat keterlambatan pengiriman.

    Koordinasi yang baik antara persediaan, operasional gudang, dan distribusi membantu perusahaan mengurangi biaya yang tidak diperlukan serta memaksimalkan pemanfaatan sumber daya.
  3. Mendukung Pengelolaan Persediaan
    Data On-Time In-Full dapat membantu perusahaan menemukan masalah persediaan yang menyebabkan pesanan tidak dapat dipenuhi secara lengkap, seperti kekosongan stok.

    Informasi tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan akurasi perencanaan permintaan dan pengelolaan persediaan, sehingga ketersediaan produk tetap terjaga dan stok yang bergerak lambat dapat dikurangi.

Cara Menghitung On-Time In-Full

Untuk mengukur kinerja pengiriman secara akurat, perusahaan perlu menghitung On-Time In-Full secara konsisten. Perhitungan dilakukan berdasarkan persentase pesanan yang memenuhi dua kriteria sekaligus, yaitu dikirim tepat waktu dan diterima secara lengkap oleh pelanggan.

OTIF (%) = (Jumlah Pesanan yang Dikirim Tepat Waktu dan Lengkap ÷ Total Pesanan) × 100

Contoh Perhitungan

  • Seorang distributor melakukan pengiriman sebanyak 200 pesanan dalam satu bulan.
  • 170 pesanan diterima tepat waktu dan lengkap.
  • 20 pesanan diterima tepat waktu, tetapi terdapat produk yang tidak terkirim.
  • 10 pesanan diterima terlambat.

Dari seluruh pengiriman tersebut, hanya 170 pesanan yang memenuhi kedua kriteria sehingga dapat dihitung sebagai OTIF.

On-Time In-Full (%) = (170 ÷ 200) × 100 = 85%

Artinya, distributor tersebut berhasil mengirim 85 persen dari seluruh pesanan sesuai jadwal dan dalam jumlah yang lengkap.

Strategi untuk Meningkatkan On-Time In-Full

  1. Optimalkan Pengelolaan Persediaan
    Pesanan yang tidak terkirim secara lengkap sering terjadi karena data persediaan tidak sesuai dengan stok aktual atau produk sudah tidak tersedia saat proses pemenuhan pesanan dilakukan. Untuk mengatasi hal tersebut, banyak distributor mulai mengadopsi Warehouse Management System (WMS).

    Visibilitas stok secara real-time membantu tim gudang memantau jumlah persediaan, pergerakan barang, serta menjaga akurasi data inventaris. WMS juga membantu mempercepat proses putaway, picking, dan packing sehingga pesanan dapat diproses dengan lebih baik.
  2. Tingkatkan Perencanaan Permintaan
    Lonjakan permintaan yang terjadi secara tiba-tiba dapat menyebabkan kekosongan stok dan keterlambatan pengiriman. Demand forecasting membantu distributor memprediksi tren penjualan dan menyiapkan persediaan sebelum permintaan meningkat.

    Dengan perencanaan yang lebih baik, perusahaan dapat mengurangi risiko kekurangan stok dan menjaga ketersediaan produk.
  3. Tingkatkan Visibilitas Rantai Pasok
    Kurangnya visibilitas dalam rantai pasok sering membuat masalah sulit ditemukan dan ditangani dengan cepat. Distribution Management System (DMS) memberikan visibilitas terhadap persediaan, pemrosesan pesanan, dan pergerakan produk sepanjang proses distribusi.

    Akses terhadap informasi secara real-time membantu tim menemukan gangguan lebih awal sehingga tindakan dapat dilakukan sebelum memengaruhi pengiriman kepada pelanggan.
  4. Optimalkan Rute Pengiriman
    Perencanaan rute membantu pengemudi mengikuti jalur pengiriman yang sesuai dan mencapai tujuan sesuai jadwal.

    Rute yang direncanakan dengan baik dapat mengurangi keterlambatan pengiriman, meningkatkan ketepatan waktu, dan mendukung pencapaian On-Time In-Full yang lebih tinggi.

Tingkatkan On-Time In-Full dengan Solusi BOSNET

BOSNET menyediakan rangkaian solusi distribusi terintegrasi yang membantu perusahaan meningkatkan produktivitas, memperoleh visibilitas operasional secara real-time, serta mengelola aktivitas distribusi dalam satu platform.

Solusi BOSNET dirancang untuk membantu perusahaan mengoptimalkan proses distribusi, meningkatkan ketersediaan produk, mendukung pertumbuhan penjualan, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi biaya operasional.

  1. Distribution Management System (DMS)
    Distribution Management System (DMS) membantu distributor mengelola pesanan penjualan, pemrosesan order, serta aktivitas penjualan dalam satu platform terpusat.

    Visibilitas real-time terhadap transaksi, persediaan, dan kinerja operasional membantu perusahaan mengidentifikasi inefisiensi, mempercepat pengambilan keputusan, serta mengoptimalkan aktivitas distribusi sehari-hari.
  2. Warehouse Management System (WMS)
    Warehouse Management System (WMS) membantu tim gudang mengelola persediaan dari proses penerimaan hingga pengiriman dengan tingkat akurasi yang tinggi.

    Sistem ini mendukung pelacakan stok, pergerakan barang, picking, packing, dan aktivitas pergudangan lainnya, sehingga membantu mengurangi selisih persediaan, meningkatkan produktivitas gudang, dan menekan biaya penyimpanan.
  3. Mobile Distribution
    BOSNET Mobile Distribution memungkinkan tim sales mencatat transaksi, mengelola kunjungan outlet, serta menjalankan aktivitas lapangan langsung melalui perangkat mobile.

    Pencatatan digital membantu mengurangi pekerjaan administratif, meningkatkan akurasi laporan, dan memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap aktivitas penjualan di lapangan.
  4. Sales Forecast
    BOSNET Sales Forecast memperkirakan volume penjualan di masa mendatang menggunakan data penjualan historis, tren pasar, faktor musiman, dan pola pembelian pelanggan.

    Solusi ini membantu perusahaan meningkatkan akurasi perencanaan penjualan, mengoptimalkan tingkat persediaan, mendukung demand forecasting, serta mengurangi biaya akibat overstock maupun kekurangan stok.
  5. Replenishment
    BOSNET Replenishment membantu mengotomatisasi proses pengisian ulang stok untuk menjaga ketersediaan produk di seluruh jalur distribusi.

    Perencanaan persediaan yang lebih akurat membantu perusahaan mengurangi kelebihan stok, menekan biaya penyimpanan, dan menjaga tingkat persediaan sesuai kebutuhan pasar.
  6. Smart Route
    BOSNET Smart Route membantu mengoptimalkan rute kunjungan sales dan pengiriman di berbagai wilayah operasional.

    Perencanaan rute yang lebih efisien membantu mengurangi jarak tempuh, konsumsi bahan bakar, biaya operasional kendaraan, serta waktu perjalanan sekaligus meningkatkan produktivitas tim lapangan.
  7. Mobile Delivery
    BOSNET Mobile Delivery memungkinkan pengemudi mengelola aktivitas pengiriman langsung melalui perangkat mobile.

    Solusi ini menyediakan visibilitas pengiriman secara real-time, meningkatkan akurasi pengiriman, mengurangi penggunaan dokumen manual, serta membantu perusahaan mengelola aktivitas transportasi dengan lebih efisien.

150+ Brand Ternama Percayakan Distribusi kepada BOSNET

Lebih dari 150 brand mengandalkan BOSNET untuk mengelola proses distribusi dan penjualan secara efisien. BOSNET menyediakan solusi end-to-end bagi distributor untuk memantau operasi, kinerja, dan penjualan secara real-time.

Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana BOSNET dapat menyederhanakan operasional Anda dan memberikan visibilitas real-time di seluruh jaringan distribusi Anda.

#BOSNET #BestFMCGRunsBOSNET #Distribution #SupplyChain #IncreaseRevenue #ReduceCost

wa-icon