Pick List: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Membuatnya

Published On

28 September 2026

main-thumb

Kesalahan dalam proses picking di gudang dapat memengaruhi akurasi pesanan, jadwal pengiriman, dan biaya operasional. Ketika staf gudang kesulitan menemukan produk atau menggunakan informasi stok yang sudah tidak diperbarui, proses pemenuhan pesanan membutuhkan waktu lebih lama dan risiko pengiriman barang yang salah meningkat. Masalah ini juga dapat memicu keluhan pelanggan, pengembalian produk, dan pekerjaan tambahan bagi tim gudang.

Seiring meningkatnya volume pesanan, pengelolaan aktivitas gudang menjadi semakin menantang. Proses manual dan catatan persediaan yang terpisah dapat menyulitkan pemantauan pergerakan stok serta koordinasi tugas harian. Informasi persediaan yang tidak akurat juga meningkatkan risiko kesalahan pemenuhan pesanan, yang dapat memengaruhi kepuasan pelanggan dan kinerja distribusi.

Apa Itu Pick List dalam Manajemen Gudang?

Pick list adalah dokumen yang menjadi panduan bagi staf gudang saat mengambil produk dari lokasi penyimpanan untuk memenuhi pesanan pelanggan atau permintaan stok. Dokumen ini memuat informasi terperinci mengenai barang yang perlu diambil, termasuk kode produk, nama produk, jumlah yang dibutuhkan, dan lokasi penyimpanan di gudang.

Penyusunan pick list yang akurat membantu staf gudang mengambil barang sesuai jenis dan jumlah yang dibutuhkan. Kesalahan dalam daftar tersebut dapat menyebabkan kekeliruan saat picking, yang berujung pada kesalahan pengiriman, keterlambatan pesanan, dan peningkatan biaya operasional.

Perusahaan dapat menggunakan Warehouse Management System (WMS) untuk mengelola operasional gudang, termasuk pemantauan persediaan, pengelolaan lokasi penyimpanan, dan proses picking pesanan. Sistem ini mengatur informasi picking dan menyediakan detail yang dibutuhkan staf gudang agar pesanan dapat diproses secara akurat.

Fungsi Pick List

Pick list memiliki beberapa fungsi dalam pengelolaan gudang, mulai dari memandu pengambilan barang hingga membantu pencatatan persediaan. Berikut fungsi utamanya.

  1. Meningkatkan Efisiensi Operasional Gudang
    Pick list membantu staf gudang menemukan stok yang dibutuhkan secara cepat dan akurat. Informasi produk dan lokasi penyimpanan yang tercantum dalam dokumen ini mengurangi waktu pencarian barang dan membantu meminimalkan kesalahan picking.
  2. Mengelola Catatan Persediaan
    Daftar barang dalam pick list menjadi acuan untuk memperbarui catatan persediaan pada sistem manajemen gudang. Setelah barang diambil, jumlah stok dapat diperbarui sesuai sisa persediaan. Pencatatan yang akurat membantu perusahaan memantau tingkat persediaan dan melacak pergerakan stok.
  3. Mengoptimalkan Penggunaan Sumber Daya Gudang
    Pick list memandu staf gudang dalam mengambil barang sehingga waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses picking dapat dikurangi. Instruksi yang jelas juga membantu supervisor mengalokasikan tenaga kerja sesuai volume pesanan dan kebutuhan operasional. Staf gudang pun dapat mengurangi waktu pencarian barang dan mencurahkan perhatian pada tugas operasional lainnya.
  4. Meminimalkan Kesalahan Picking
    Pick list mencantumkan detail produk, jumlah yang dibutuhkan, dan lokasi penyimpanan sebagai panduan bagi staf saat memenuhi pesanan. Informasi picking yang akurat membantu mengurangi kesalahan manusia, seperti mengambil produk yang salah atau jumlah barang yang tidak sesuai. Akurasi picking juga membantu mencegah kesalahan pengiriman, pengembalian produk, dan biaya penanganan tambahan.

Cara Membuat Pick List Gudang

Pembuatan pick list membutuhkan informasi pesanan dan catatan persediaan yang akurat. Formatnya dapat berbeda sesuai proses operasional setiap gudang, tetapi ada beberapa informasi penting yang perlu dicantumkan.

  1. Mencatat Nomor Referensi Pesanan
    Mulailah dengan mencantumkan nomor pesanan pada setiap pick list. Nomor ini menghubungkan aktivitas picking dengan pesanan pelanggan tertentu sehingga staf gudang dapat mengetahui pesanan yang sedang diproses dan memantau statusnya.
  2. Mengidentifikasi Produk yang Dibutuhkan
    Cantumkan setiap produk dalam pesanan beserta kode produk, nama, dan deskripsi singkatnya. Kode produk membantu membedakan barang yang memiliki nama atau kemasan serupa sehingga risiko salah mengambil stok dapat dikurangi.
  3. Mencantumkan Jumlah Barang
    Tuliskan jumlah yang dibutuhkan untuk setiap produk. Informasi ini menjadi acuan bagi staf gudang saat mengambil barang dari lokasi penyimpanan dan memeriksa kesesuaiannya dengan jumlah yang tercantum dalam pesanan.
  4. Mencantumkan Lokasi Penyimpanan
    Sertakan lokasi setiap barang di gudang, seperti zona, lorong, rak, atau nomor ambalan. Informasi lokasi yang akurat membantu staf menemukan barang dan mengambilnya sesuai urutan yang telah ditentukan.
  5. Menentukan Urutan Picking
    Tentukan urutan pengambilan barang, terutama ketika ada beberapa pesanan yang perlu diproses. Urutan ini dapat disusun berdasarkan lokasi penyimpanan, prioritas pesanan, atau batas waktu pengiriman. Mengelompokkan barang dari lokasi yang berdekatan juga membantu mengurangi perpindahan yang tidak perlu di area gudang.
  6. Menambahkan Instruksi Penanganan Khusus
    Cantumkan persyaratan tambahan terkait pengemasan, penanganan produk, atau permintaan pelanggan. Sebagai contoh, produk yang mudah pecah memerlukan kemasan pelindung, sedangkan pesanan tertentu membutuhkan label khusus sebelum dikirim.

Jenis-Jenis Pick List

Gudang menggunakan metode picking yang berbeda sesuai volume pesanan, lokasi produk, dan jadwal pengiriman. Setiap metode menentukan cara staf gudang mengambil barang dan menyiapkan pesanan sebelum dikirim. Empat jenis pick list yang umum digunakan adalah single order picking, batch picking, zone picking, dan wave picking.

  1. Single Order
    Single order picking list digunakan untuk memproses satu pesanan pelanggan dalam satu waktu. Staf gudang mengambil seluruh barang yang dibutuhkan untuk pesanan tersebut sebelum melanjutkan ke pesanan berikutnya.

    Metode ini cocok bagi gudang yang menangani volume pesanan rendah atau pesanan yang terdiri dari beragam produk. Pemisahan setiap pesanan juga membantu staf memeriksa barang yang telah diambil berdasarkan pesanan asli sebelum proses pengemasan.
  2. Batch
    Batch picking list menggabungkan barang dari beberapa pesanan pelanggan ke dalam satu tugas picking. Staf mengambil produk untuk beberapa pesanan dalam satu perjalanan di gudang, terutama ketika pesanan tersebut membutuhkan produk yang sama.

    Sebagai contoh, jika lima pesanan masing-masing membutuhkan dua unit produk yang sama, staf dapat mengambil sepuluh unit sekaligus dalam satu perjalanan. Barang tersebut kemudian dipisahkan sesuai pesanan masing-masing. Batch picking membantu mengurangi perjalanan berulang ke lokasi penyimpanan yang sama.
  3. Zone
    Zone picking list mengatur tugas picking berdasarkan area tertentu di gudang. Setiap staf bertanggung jawab atas zona yang telah ditentukan dan hanya mengambil produk yang tersimpan di area tersebut.

    Sebagai contoh, satu staf menangani produk minuman, sedangkan staf lainnya mengambil produk rumah tangga. Pesanan yang mencakup barang dari beberapa zona akan digabungkan setelah seluruh produk dari setiap area selesai diambil. Metode ini cocok bagi gudang yang memiliki area penyimpanan luas atau kategori produk yang terpisah.
  4. Wave
    Wave picking list mengelompokkan pesanan ke dalam jadwal picking tertentu berdasarkan faktor seperti batas waktu pengiriman, prioritas pesanan, dan ketersediaan produk. Supervisor gudang menentukan waktu dimulainya setiap kelompok pesanan agar proses picking, pengemasan, dan pengiriman dapat dikoordinasikan.

    Sebagai contoh, pesanan yang dijadwalkan dikirim pada pagi hari dapat masuk ke gelombang picking lebih awal dibandingkan pesanan yang dikirim pada siang hari. Wave picking membantu gudang mengatur beban kerja dan menyiapkan pesanan sesuai jadwal pengiriman.

    Metode ini juga dapat dikombinasikan dengan batch picking atau zone picking, sesuai kebutuhan operasional gudang dan jumlah pesanan yang diproses.

Digitalisasi Pick List dengan BOSNET Warehouse Management System (WMS)

BOSNET Warehouse Management System membantu perusahaan mengelola stok di berbagai aktivitas gudang. Melalui otomatisasi proses inventaris dan visibilitas data secara real-time, perusahaan dapat menemukan produk lebih cepat, memantau pergerakan stok secara akurat, serta menjaga pencatatan persediaan di berbagai lokasi gudang.

Melalui sistem yang dapat memperbarui data persediaan berdasarkan aktivitas fisik terbaru di gudang, BOSNET Warehouse Management System menyediakan data yang akurat sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan. Solusi ini juga membantu perusahaan FMCG meningkatkan revenue dan menekan biaya operasional.

Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana BOSNET dapat membantu mengelola operasional gudang Anda.

#BOSNET #BestFMCGRunsBOSNET #Distribution #SupplyChain #IncreaseRevenue #ReduceCost

wa-icon