Product Positioning: Strategi Menempatkan Produk di Outlet

Published On

14 August 2026

main-thumb

Saat berbelanja di outlet, pelanggan akan menemukan banyak produk dalam satu kategori. Dengan ruang rak yang terbatas, posisi produk perlu diperhatikan agar mudah terlihat dan ditemukan.

Product positioning mengatur bagaimana produk ditampilkan di dalam outlet, mulai dari posisi rak, jumlah facing, pengelompokan produk, hingga penempatan display. Pengaturan tersebut membantu brand menentukan bagaimana produk tampil di antara produk lain dalam kategori yang sama.

Agar penempatan brand seragam di berbagai outlet, bisnis FMCG biasanya menggunakan planogram sebagai panduan. Namun, rencana tersebut perlu dipantau di lapangan karena tampilan produk dapat berbeda dari satu outlet ke outlet lainnya.

Apa Itu Product Positioning?

Product positioning dalam retail adalah pengaturan posisi dan tampilan produk di dalam outlet atau rak. Pengaturannya mencakup beberapa elemen yang menentukan seberapa mudah shopper melihat dan menemukan produk.

Beberapa elemen yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Posisi rak
  • Penempatan produk
  • Jumlah facing
  • Pengelompokan produk
  • Penataan kategori
  • Penempatan display

Sebagai contoh, brand minuman dapat menempatkan produk dengan permintaan tinggi di area setinggi mata dan mengelompokkan produk yang sejenis. Penataan seperti ini membantu produk lebih mudah terlihat sekaligus membuat shopper lebih mudah menemukan dan membandingkan produk dalam satu kategori.

Mengapa Product Positioning Penting?

Ruang rak di outlet terbatas, sementara satu kategori dapat berisi banyak produk dari berbagai brand. Product positioning membantu brand menentukan posisi setiap SKU dan ruang yang perlu dialokasikan untuk masing-masing produk.

  1. Mendukung Keputusan Pembelian
    Penataan rak yang jelas membantu shopper menemukan produk dan membandingkan berbagai pilihan. Pengelompokan produk yang berkaitan juga membuat kategori lebih mudah dipahami dan dinavigasi.
  2. Meningkatkan Visibilitas Produk
    Produk yang ditempatkan di area yang mudah terlihat memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan perhatian shopper. Posisi rak, jumlah facing, dan penempatan produk dapat memengaruhi seberapa jelas produk terlihat di rak.
  3. Memaksimalkan Ruang Rak
    Setiap rak memiliki ruang yang terbatas, sehingga alokasi ruang untuk setiap SKU perlu dipertimbangkan. Performa penjualan, permintaan, dan peran produk dalam kategori dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan jumlah facing dan ruang yang diberikan.
  4. Mendukung Penjualan
    Visibilitas produk memberikan kesempatan bagi shopper untuk melihat produk saat berada di titik pembelian. Penempatan yang sesuai dengan perilaku shopper dan permintaan produk dapat membantu mendukung penjualan.

Bagaimana Bisnis Menentukan Posisi Produk

  1. Gunakan Planogram sebagai Panduan Penempatan Produk
    Planogram adalah panduan visual yang menunjukkan bagaimana produk perlu ditata di rak atau display. Panduan ini dapat menentukan posisi produk, jumlah facing, pengelompokan produk, dan alokasi ruang untuk setiap SKU.

    Sebagai contoh, planogram untuk kategori minuman dapat menentukan:

    - Brand A: 4 facing di rak tengah
    - Brand B: 3 facing di rak tengah
    - Brand C: 2 facing di rak bawah
    - Produk baru: 2 facing di area awal kategori

    Planogram memberikan acuan yang jelas bagi tim sales dan merchandising saat menata produk di outlet.
  2. Pertimbangkan Performa Produk
    Setiap SKU memiliki kebutuhan ruang rak yang berbeda. Penjualan, permintaan, promosi, dan peran produk dalam kategori dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan alokasi ruang.

    Produk dengan permintaan tinggi dapat diberikan jumlah facing yang lebih banyak agar ketersediaan dan visibilitasnya tetap terjaga. Produk yang sedang dipromosikan juga dapat ditempatkan di posisi tertentu selama periode promosi.

    Membandingkan data penjualan dengan posisi produk di rak dapat membantu brand melihat apakah produk sudah mendapatkan visibilitas yang sesuai dengan potensi penjualannya.
  3. Pantau Penerapan Planogram
    Membuat planogram baru merupakan langkah awal. Penerapannya di outlet juga perlu diperiksa untuk memastikan susunan produk sesuai dengan rencana.

    Saat melakukan kunjungan ke outlet, tim sales dan merchandising dapat memeriksa:

    - Ketersediaan produk
    - Posisi produk di rak
    - Jumlah facing
    - Penempatan display
  4. Kesesuaian dengan planogram
    Bagi perusahaan FMCG dengan banyak outlet, pemantauan penerapan planogram dapat menjadi bagian penting dari aktivitas di lapangan. Susunan yang sudah ditentukan dalam planogram belum tentu diterapkan dengan cara yang sama di setiap outlet.

Gunakan Teknologi untuk Memantau Product Positioning

Software planogram dapat membantu memantau penempatan produk di berbagai outlet. Dengan image recognition, gambar rak dapat dianalisis untuk melihat posisi produk, jumlah facing, dan susunan produk tanpa perlu memeriksa setiap gambar secara manual.

Informasi tersebut dapat digunakan untuk membandingkan penerapan di berbagai outlet, melihat pola yang muncul, dan menentukan lokasi yang perlu mendapat perhatian.

Pastikan Penempatan Produk Anda dengan BOSNET Vision

Menjaga penerapan planogram di banyak outlet membutuhkan informasi yang jelas mengenai posisi dan tampilan produk di titik penjualan. Pemeriksaan manual saja dapat membuat tim kesulitan mendapatkan gambaran mengenai penerapan produk di seluruh outlet.

BOSNET Vision membantu perusahaan FMCG memantau penerapan produk di outlet. Sistem dapat menganalisis kondisi rak, menilai tingkat visibilitas produk, dan menemukan bagian yang tidak sesuai dengan planogram. Informasi tersebut membantu tim sales dan merchandising melihat kondisi di lapangan dan menentukan outlet yang perlu ditindaklanjuti.

Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana BOSNET dapat membantu memantau product positioning di berbagai outlet.

#BOSNET #BestFMCGRunsBOSNET #Distribution #SupplyChain #IncreaseRevenue #ReduceCost

wa-icon