Purchase Order: Jenis, Proses, dan Cara Membuatnya

Published On

5 June 2026

software purchase order untuk distributor

Purchase order memiliki peran penting dalam transaksi bisnis karena berfungsi sebagai dokumen resmi yang menghubungkan pembeli dan pemasok. Dokumen ini membantu memastikan bahwa kedua belah pihak memiliki kesepakatan yang jelas terkait produk, harga, jumlah, dan jadwal pengiriman.

Seiring meningkatnya volume penjualan dan aktivitas pengadaan, perusahaan membutuhkan proses pembelian yang rapi dan terdokumentasi dengan baik. Pengelolaan purchase order yang tepat dapat membantu mengurangi kesalahan, memudahkan pelacakan transaksi, serta meningkatkan koordinasi antara tim procurement, sales, dan supplier.

Apa Itu Purchase Order?

Purchase order (PO) adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh pembeli kepada pemasok untuk mengonfirmasi pembelian barang. Dokumen ini menjadi acuan bagi kedua pihak selama proses pengadaan berlangsung dan membantu memastikan bahwa transaksi berjalan sesuai kesepakatan.

Di dalam purchase order tercantum berbagai informasi penting, seperti detail produk yang dipesan, jumlah barang, harga yang disepakati, jadwal pengiriman, serta syarat pembayaran. Dengan adanya dokumen ini, pembeli dan pemasok memiliki referensi yang sama dalam menjalankan transaksi.

Manfaat Purchase Order

Berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh bisnis dengan menggunakan purchase order digital:

  1. Komunikasi yang Lebih Jelas
    Purchase order memuat seluruh informasi penting terkait transaksi, mulai dari spesifikasi produk, jumlah barang, harga, jadwal pengiriman, hingga syarat pembayaran. Dengan dokumen yang dapat diakses oleh kedua pihak, pembeli dan pemasok memiliki referensi yang sama selama proses pembelian berlangsung.

    Dokumen digital juga memudahkan peninjauan informasi pesanan, pelacakan riwayat transaksi, serta penyelesaian kendala yang mungkin muncul selama proses pemenuhan pesanan.
  2. Mengurangi Kesalahan
    Masalah dalam pemenuhan pesanan sering terjadi akibat komunikasi verbal atau dokumentasi yang tidak lengkap. Purchase order membantu mengurangi kesalahpahaman dengan mencantumkan informasi secara rinci, seperti SKU, deskripsi produk, jumlah barang, dan harga yang telah disepakati.

    Dengan informasi yang terdokumentasi dengan baik, risiko pengiriman produk yang salah, jumlah yang tidak sesuai, atau kesalahan penagihan dapat diminimalkan.
  3. Pelacakan Pesanan yang Lebih Cepat
    Setiap purchase order berfungsi sebagai dokumen referensi selama proses pengadaan berlangsung. Tim dapat dengan mudah memantau status pesanan, melacak pengiriman, dan memverifikasi barang yang diterima tanpa harus mencari informasi di berbagai saluran komunikasi.

Jenis-Jenis Purchase Order

Seiring perkembangan teknologi digital, banyak perusahaan mulai beralih dari purchase order berbasis kertas ke format digital. Masing-masing memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda, tergantung pada kebutuhan operasional dan proses pengadaan yang diterapkan.

  1. Fisik
    Purchase order fisik merupakan dokumen cetak yang digunakan untuk mengonfirmasi dan mencatat transaksi antara pembeli dan pemasok. Hingga saat ini, masih banyak perusahaan yang mengandalkan dokumen kertas dalam proses pengadaan.

    Namun, dokumen fisik memiliki beberapa keterbatasan. Berkas dapat rusak, hilang, atau memerlukan ruang penyimpanan khusus untuk keperluan arsip dan dokumentasi.
  2. Digital
    Purchase order digital dibuat, dikelola, dan disimpan secara elektronik melalui sistem berbasis cloud atau software bisnis. Seluruh data pembelian dapat diakses dengan mudah kapan saja dan dari berbagai lokasi.

    Selain mempermudah pengelolaan dokumen, purchase order digital juga membantu meningkatkan kerapian pencatatan, mempercepat proses pencarian data, dan mendukung akurasi dalam pengelolaan transaksi pembelian.

Proses Purchase Order

Proses purchase order membantu bisnis mengelola aktivitas pengadaan, mulai dari pembuatan pesanan hingga pengiriman barang. Berikut adalah alur umum yang digunakan oleh distributor, grosir, dan bisnis ritel.

  1. Order Taking
    Proses dimulai ketika sales menerima pesanan dari pelanggan. Pada tahap ini, jumlah barang, harga, dan preferensi pengiriman dicatat untuk diteruskan ke proses berikutnya.
  2. Pembuatan Dokumen
    Setelah pesanan disetujui, dokumen pembelian resmi akan dibuat. Di dalamnya tercantum informasi lengkap seperti deskripsi produk, jumlah, harga yang disepakati, jadwal pengiriman, syarat pembayaran, dan detail lainnya.
  3. Verifikasi dan Pemeriksaan
    Sebelum dikirim ke pemasok, dokumen diperiksa untuk memastikan seluruh informasi sudah akurat dan lengkap. Ketersediaan produk, harga, serta jumlah pesanan juga dicek untuk menghindari kesalahan.
  4. Pengiriman
    Setelah barang dikirim, tim penerima melakukan pemeriksaan terhadap barang yang diterima. Jumlah, kondisi, dan spesifikasi produk diverifikasi sebelum barang diterima dan dicatat dalam sistem inventarisasi.

Cara Membuat Purchase Order

Banyak distributor menggunakan Distribution Management System (DMS) untuk membuat dan mengelola purchase order secara lebih efisien. Berikut langkah-langkah umum dalam prosesnya:

  1. Review Informasi Penjualan
    Periksa kembali penawaran harga, kesepakatan harga, detail produk, syarat pembayaran, dan jadwal pengiriman.
  2. Pilih Template
    Pilih template yang sesuai dengan jenis transaksi dan kebutuhan pemasok.
  3. Buat Dokumen
    Susun dokumen dengan informasi yang jelas, termasuk deskripsi produk, jumlah, harga, dan detail pengiriman.
  4. Referensi Dokumen Pendukung
    Tambahkan tautan atau referensi ke syarat, perjanjian, dan dokumen pendukung jika diperlukan.
  5. Bagikan ke Tim Internal
    Kirim dokumen ke departemen terkait, seperti finance dan legal, untuk proses review dan persetujuan.
  6. Revisi Jika Diperlukan
    Lakukan pembaruan jika terdapat perubahan atau koreksi pada dokumen.
  7. Kirim ke Supplier
    Kirim purchase order yang sudah disetujui kepada supplier untuk konfirmasi dan persetujuan akhir.

Contoh Template Purchase Order

Template purchase order berisi informasi penting yang membantu pembeli dan pemasok memproses transaksi dengan lebih akurat. Meskipun formatnya dapat berbeda di setiap perusahaan, umumnya terdapat beberapa bagian utama berikut:

Informasi Penjual

  • Nama Perusahaan
  • Alamat
  • Nama Kontak
  • Nomor Telepon

Informasi Pembeli

  • Nama Perusahaan
  • Alamat
  • Nama Kontak
  • Nomor Telepon

Informasi Pembayaran

  • Kontak Penagihan
  • Email Pembayaran
  • Metode Pembayaran
  • Syarat Pembayaran

Informasi Produk

  • Kode Produk / SKU
  • Deskripsi Produk
  • Jumlah
  • Harga Satuan

Ringkasan Pesanan

  • Nomor Purchase Order
  • Tanggal Pesanan
  • Perkiraan Tanggal Pengiriman
  • Total Harga

Catatan Tambahan

  • Instruksi Pengiriman
  • Permintaan Khusus
  • Referensi Dokumen

Otomatisasi Purchase Order dengan BOSNET Distribution Management System (DMS)

Percepat proses pengelolaan pesanan Anda dengan BOSNET Distribution Management System (DMS). Dirancang untuk distributor dan bisnis FMCG, BOSNET membantu Anda membuat, mengelola, dan memantau purchase order dalam satu platform. Dengan digitalisasi proses pemesanan, perusahaan dapat mengurangi pekerjaan manual, meminimalkan kesalahan, serta meningkatkan akurasi transaksi.

Dengan akses data secara real-time, mulai dari status pesanan, ketersediaan stok, hingga performa penjualan, tim Anda dapat merespons kebutuhan pelanggan lebih cepat dan mengambil keputusan yang lebih tepat. BOSNET DMS juga membantu meningkatkan koordinasi antara tim sales, gudang, dan distribusi, sehingga setiap pesanan dapat diproses dengan lebih lancar dan dikirim sesuai jadwal.

Hubungi kami sekarang untuk mengetahui bagaimana BOSNET DMS dapat membantu Anda mengelola purchase order.

#BOSNET #BestFMCGRunsBOSNET #Distribution #SupplyChain #IncreaseRevenue #ReduceCost

wa-icon