Apakah tim sales Anda terlihat sibuk setiap hari, tetapi hasil penjualannya tidak kunjung meningkat? Di sisi lain, biaya operasional terus bertambah, mulai dari biaya transportasi, insentif sales, hingga biaya akuisisi pelanggan.
Dalam bisnis distribusi, sales memegang peran penting dalam mendorong pertumbuhan penjualan, membangun hubungan dengan pelanggan, memperluas jangkauan pasar, dan memastikan produk tersedia di outlet yang tepat. Namun, tidak semua sales memberikan dampak positif bagi bisnis. Tanpa disadari, beberapa perilaku sales justru dapat menghambat pertumbuhan perusahaan, menurunkan profitabilitas, dan menimbulkan masalah operasional.
Jenis Sales yang Perlu Diwaspadai Bisnis
- Sales yang Hanya Mengejar Target Jangka Pendek
Sekilas, sales tipe ini terlihat sangat produktif. Mereka bergerak cepat, agresif mencari order, dan selalu fokus mengejar target penjualan. Namun, fokus utama mereka adalah mendapatkan closing secepat mungkin, bukan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Alih-alih memahami kebutuhan pelanggan, mereka cenderung menawarkan semua SKU yang tersedia tanpa mempertimbangkan relevansinya. Promo juga sering didorong meskipun tidak sesuai dengan kebutuhan outlet. Setelah pesanan masuk, komunikasi dengan pelanggan pun sering kali berhenti.
Pendekatan seperti ini memang dapat meningkatkan penjualan dalam waktu singkat. Namun, dalam jangka panjang, produk berisiko menumpuk di outlet, angka retur meningkat, dan kepercayaan pelanggan perlahan menurun. Akibatnya, penjualan yang sempat naik justru sulit untuk dipertahankan. - Sales yang Bekerja Berdasarkan Asumsi
Sales lapangan memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan pasar dan menjaga hubungan dengan pelanggan. Namun, ketika aktivitas mereka tidak dipantau menggunakan teknologi yang memadai, perusahaan akan kesulitan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Laporan dapat terlambat, tidak lengkap, atau tidak mencerminkan aktivitas yang sebenarnya. Rute kunjungan menjadi tidak jelas, beberapa outlet terlewat, dan manajemen tidak memiliki data yang cukup untuk memverifikasi kunjungan, pengecekan stok, maupun aktivitas penjualan yang dilakukan.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat peluang pasar terlewat tanpa disadari. Biaya transportasi dan operasional juga berpotensi meningkat, sementara keputusan bisnis sering kali diambil berdasarkan asumsi, bukan data aktual dari lapangan. - Sales yang Menolak Teknologi
Seiring meningkatnya penggunaan teknologi dalam operasional distribusi, masih ada sales yang memilih bertahan dengan cara kerja lama dan enggan beradaptasi. Mereka sering menganggap aplikasi sales tidak diperlukan, tetap mengandalkan pencatatan manual, atau menyalahkan sistem ketika hasil penjualan menurun.
Padahal, proses manual sering menyebabkan pekerjaan menjadi lebih lambat, data tidak sinkron, dan kesalahan input yang sulit dihindari. Akibatnya, perusahaan kesulitan memperoleh informasi yang akurat untuk memantau kinerja sales maupun perkembangan pasar.
Dalam jangka panjang, minimnya pemanfaatan teknologi dapat menghambat produktivitas tim sales dan membatasi kemampuan bisnis untuk berkembang. - Sales yang Tidak Menguasai Produk dan Pasar
Sales yang tidak memahami produk yang dijual dapat menjadi hambatan bagi pertumbuhan bisnis. Alih-alih menjual dengan keyakinan, mereka lebih banyak mengandalkan asumsi dan berharap pelanggan tertarik untuk membeli.
Mereka sering kesulitan menjelaskan manfaat produk, merekomendasikan SKU yang sesuai, membandingkan produk dengan kompetitor, atau menjawab pertanyaan dan keberatan dari pelanggan. Akibatnya, proses penjualan menjadi kurang meyakinkan dan pelanggan tidak mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.
Ketika pelanggan merasa ragu, peluang penjualan pun menurun. Selain itu, kurangnya pemahaman terhadap produk dan pasar juga dapat membuat brand terlihat kurang profesional di mata pelanggan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan tingkat konversi, mengurangi kepercayaan pelanggan, dan melemahkan daya saing bisnis di pasar. - Sales yang Merusak Harga demi Closing Cepat
Di antara berbagai tipe sales yang perlu diwaspadai, tipe ini termasuk yang paling berisiko bagi distributor. Demi mendapatkan penjualan dengan cepat, mereka berfokus pada closing tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap profitabilitas dan stabilitas pasar.
Sales dalam kategori ini sering memberikan diskon tanpa persetujuan, menjual produk dengan harga yang berbeda di setiap outlet, atau menurunkan harga di bawah kebijakan perusahaan untuk mendapatkan pesanan dalam jumlah besar. Meskipun strategi tersebut dapat meningkatkan volume penjualan dalam waktu singkat, dampaknya dalam jangka panjang dapat jauh lebih besar.
Perbedaan harga antarpelanggan dapat memicu perang harga, menekan margin keuntungan, dan menimbulkan konflik dalam jaringan distribusi. Jika dibiarkan, perusahaan akan semakin sulit menjaga konsistensi harga dan mengendalikan posisi brand di pasar.
Pantau Aktivitas Sales dengan BOSNET Mobile Distribution
Mengelola kinerja sales menjadi lebih mudah ketika setiap aktivitas lapangan dapat dipantau secara real-time. BOSNET Mobile Distribution membantu distributor meningkatkan visibilitas terhadap aktivitas sales sekaligus memastikan setiap kunjungan dan transaksi tercatat dengan baik.
Melalui Mobile Distribution, sales dapat mencatat kunjungan pelanggan, membuat pesanan, melakukan pengecekan stok, mengumpulkan informasi pasar, serta mengirim laporan langsung dari lapangan. Fitur geotagging membantu memastikan setiap aktivitas terekam secara akurat sehingga supervisor memiliki visibilitas yang lebih baik terhadap aktivitas tim sales.
Dengan data lapangan yang tersedia secara real-time, perusahaan dapat memantau produktivitas sales, mengevaluasi cakupan wilayah, dan mengambil keputusan berdasarkan data aktual.
Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana BOSNET Mobile Distribution dapat membantu memantau penjualan secara real-time.
#BOSNET #BestFMCGRunsBOSNET #Distribution #SupplyChain #IncreaseRevenue #ReduceCost

