Setiap kunjungan ke outlet dapat memiliki fokus yang berbeda. Di satu lokasi, sales representative mungkin perlu mengecek ketersediaan stok. Di lokasi lain, perhatian dapat tertuju pada display produk, harga, atau pelaksanaan program promosi.
Dengan berbagai hal yang perlu diperiksa, beberapa poin dapat terlewat tanpa panduan yang jelas. Checklist eksekusi ritel membantu sales representative mengetahui apa saja yang perlu diperhatikan selama kunjungan, mulai dari informasi yang perlu dicatat hingga tindakan yang perlu dilakukan ketika ditemukan kendala di lapangan.
Apa Itu Checklist Eksekusi Ritel?
Checklist eksekusi ritel adalah panduan yang digunakan merchandiser saat melakukan kunjungan ke outlet. Checklist ini membantu memastikan apa saja yang perlu diperiksa, aktivitas yang perlu dilakukan, serta informasi yang perlu dicatat selama kunjungan.
Beberapa hal yang dapat dimasukkan ke dalam checklist eksekusi ritel antara lain:
- Produk yang harus tersedia: Memastikan produk prioritas atau produk yang wajib tersedia ada di outlet.
- Harga yang direkomendasikan: Memeriksa apakah produk dijual sesuai dengan harga yang telah ditentukan.
- Standar display: Memeriksa penempatan produk, visibilitas di rak, susunan produk, serta display promosi.
- Aktivitas promosi: Memastikan program promosi yang sedang berjalan dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan.
- Material promosi: Memeriksa ketersediaan dan penempatan poster, wobbler, banner, atau materi promosi lainnya.
Data Penting yang Perlu Dicatat dalam Setiap Kunjungan ke Outlet
Setiap outlet memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Toko tradisional, minimarket, supermarket, hingga outlet dengan potensi penjualan tinggi dapat memiliki fokus kunjungan yang berbeda. Namun, ada beberapa informasi penting yang tetap perlu dicatat dalam setiap kunjungan, yaitu:
Setiap checklist perlu mencatat informasi dasar mengenai kunjungan, seperti kode dan nama outlet, channel, alamat atau koordinat, nama merchandiser, tanggal kunjungan, waktu check-in, dan check-out.
Informasi ini menjadi catatan aktivitas di lapangan dan dapat digunakan untuk melihat pola kunjungan, durasi kunjungan di setiap outlet, serta aktivitas yang dilakukan oleh tim.
- Tujuan Kunjungan
Checklist juga perlu mencantumkan tujuan dari setiap kunjungan. Tujuannya dapat berupa pemeriksaan stok, pemasangan material promosi, penagihan, pemeriksaan display produk, atau pelaksanaan aktivitas kampanye tertentu.
Tujuan yang jelas membantu merchandiser mengetahui apa yang perlu diselesaikan selama kunjungan. Informasi tersebut juga dapat digunakan untuk melihat apakah aktivitas yang direncanakan telah dilakukan. - Ketersediaan Produk
Ketersediaan produk sebaiknya tidak hanya dicatat sebagai “tersedia” atau “tidak tersedia”. Checklist dapat mencatat SKU yang perlu diperiksa, jumlah stok yang terlihat, serta stok yang tersedia di area penyimpanan outlet.
Untuk produk dengan perputaran cepat, merchandiser juga dapat mencatat perkiraan kebutuhan stok hingga jadwal kunjungan berikutnya. Informasi dari setiap kunjungan dapat membantu tim mengidentifikasi kebutuhan pengisian ulang sebelum produk kehabisan. - Alasan Produk Tidak Tersedia
Ketika suatu produk tidak tersedia, checklist juga perlu mencatat penyebabnya. Misalnya, outlet belum melakukan pemesanan, pengiriman mengalami keterlambatan, stok distributor tidak tersedia, atau ruang di rak terbatas.
Dengan mencatat penyebabnya, tim dapat melihat masalah yang terjadi dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan. - Kesesuaian Assortment Produk
Assortment mengacu pada kelengkapan produk yang seharusnya tersedia di suatu outlet. Kebutuhan setiap outlet dapat berbeda. Toko kecil mungkin hanya perlu menyediakan SKU utama, sedangkan supermarket atau outlet dengan potensi penjualan tinggi dapat memiliki pilihan produk yang lebih lengkap.
Checklist dapat digunakan untuk memeriksa apakah produk yang seharusnya tersedia sudah sesuai dengan kebutuhan masing-masing outlet. - Kesesuaian Harga
Checklist perlu mencatat harga jual aktual dan harga acuan untuk setiap produk yang diperiksa. Merchandiser juga dapat mencatat apakah label harga tersedia serta selisih harga yang ditemukan selama kunjungan.
Informasi ini membantu memastikan harga produk di outlet sesuai dengan harga yang telah ditetapkan atau program yang sedang berjalan. - Display, Facing, dan Posisi Produk di Rak
Eksekusi di outlet juga dipengaruhi oleh bagaimana produk ditampilkan. Beberapa hal yang dapat diperiksa meliputi lokasi produk di rak, jumlah facing, posisi produk, kondisi display, kondisi kemasan, serta keberadaan produk kompetitor yang dapat memengaruhi visibilitas produk.
Perusahaan juga dapat menggunakan software planogram untuk membandingkan susunan produk di outlet dengan layout yang telah direncanakan. Checklist kemudian dapat mencatat apakah penempatan produk sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. - Promosi dan Material Marketing
Checklist perlu memastikan program promosi yang direncanakan tersedia di outlet dan dijalankan sesuai dengan ketentuan program.
Merchandiser dapat mencatat jenis promosi, status pelaksanaan, harga atau mekanisme promosi, serta kondisi material marketing yang digunakan. Material tersebut dapat berupa poster, wobbler, shelf talker, banner, atau materi promosi lainnya.
Checklist juga dapat digunakan untuk mencatat masalah seperti material yang tidak tersedia, rusak, sudah tidak berlaku, atau ditempatkan tidak sesuai dengan rencana. - Kendala, Tindakan, dan Tindak Lanjut
Checklist eksekusi ritel tidak hanya digunakan untuk menemukan masalah, tetapi juga membantu memastikan setiap masalah memiliki tindak lanjut yang jelas
Informasi yang dapat dicatat meliputi:
- Kendala: Masalah apa yang ditemukan?
- Tingkat urgensi: Seberapa cepat masalah perlu ditangani?
- Tindakan yang diperlukan: Apa yang perlu dilakukan?
- Tim yang bertanggung jawab: Siapa yang perlu menangani masalah tersebut?
- Batas waktu: Kapan masalah perlu diselesaikan?
- Status tindak lanjut: Apakah tindakan yang diperlukan sudah dilakukan?
Sebagai contoh, jika suatu produk tidak tersedia karena keterlambatan pengiriman, merchandiser dapat mencatat SKU yang terdampak dan melaporkan masalah tersebut kepada tim distribusi. Jika material promosi ditemukan dalam kondisi rusak, masalah tersebut dapat dicatat dan diteruskan kepada tim trade marketing.
Sementara itu, jika outlet belum melakukan pemesanan sesuai dengan kebutuhan, merchandiser dapat melakukan tindak lanjut kepada outlet dan melaporkan hasilnya kepada tim sales.
Optimalkan Eksekusi Ritel dengan BOSNET Mobile Merchandiser
BOSNET Mobile Merchandiser membantu perusahaan memantau aktivitas merchandising melalui validasi kunjungan, dokumentasi foto, pengecekan planogram, pemantauan ketersediaan produk, serta pelaporan secara real-time. Seluruh data lapangan tersaji dalam satu platform sehingga proses monitoring menjadi lebih praktis dan pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat.
Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana BOSNET Mobile Merchandiser dapat membantu meningkatkan penjualan ritel Anda.
#BOSNET #BestFMCGRunsBOSNET #Distribution #SupplyChain #IncreaseRevenue #ReduceCost

