Cost per Mile: Cara Menghitung dan Menekan Biaya Transportasi

Published On

17 September 2026

main-thumb

Biaya transportasi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam operasional logistik dan pengiriman. Dengan mengetahui biaya yang dikeluarkan untuk setiap jarak tempuh kendaraan, perusahaan dapat melihat bagaimana biaya perjalanan digunakan dan faktor apa saja yang membuatnya meningkat.

Salah satu cara untuk mengukurnya adalah melalui cost per mile, yaitu rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk setiap mil perjalanan kendaraan. Perhitungan ini dapat digunakan untuk perjalanan pengiriman maupun operasional lainnya, sehingga perusahaan dapat melihat pola pengeluaran dan menemukan peluang untuk mengurangi biaya transportasi.

Cara Menghitung Cost per Mile

  1. Menghitung Jarak Tempuh
    Tentukan terlebih dahulu periode yang ingin dihitung. Untuk perhitungan awal, periode yang lebih singkat seperti satu hari atau satu minggu dapat digunakan karena data yang perlu dikumpulkan lebih sedikit dan lebih mudah ditinjau.

    Setelah proses perhitungan sudah terbiasa dilakukan, perusahaan dapat menggunakan periode yang lebih panjang sesuai dengan kebutuhan pelaporan, seperti satu bulan atau satu tahun. Jarak tempuh kendaraan dapat diketahui melalui catatan odometer pada awal dan akhir periode yang dipilih.

    Gunakan rumus berikut:

    Odometer Akhir - Odometer Awal = Total Jarak Tempuh
  2. Mencatat Seluruh Biaya Operasional
    Selanjutnya, hitung total biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan kendaraan selama periode yang sama dengan perhitungan jarak tempuh. Biaya tersebut dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu biaya tetap, biaya variabel, dan upah pengemudi.

    Biaya tetap tidak berubah berdasarkan jarak yang ditempuh kendaraan. Contohnya meliputi cicilan atau biaya sewa kendaraan, asuransi, biaya registrasi, dan perizinan. Sementara itu, biaya variabel berubah sesuai dengan penggunaan kendaraan, seperti bahan bakar, perawatan, ban, dan biaya lain yang berkaitan dengan perjalanan.

    Catat setiap pengeluaran berdasarkan periode yang sama dengan perhitungan jarak tempuh. Jumlahkan biaya dalam masing-masing kategori terlebih dahulu, kemudian gabungkan seluruhnya untuk mendapatkan total biaya operasional selama periode tersebut.

    Biaya Tetap + Biaya Variabel + Upah Pengemudi = Total Biaya Operasional

    Menggunakan periode yang sama untuk menghitung jarak tempuh dan biaya operasional membuat kedua angka tersebut dapat dibandingkan secara konsisten saat menghitung cost per mile pada tahap berikutnya.
  3. Menghitung Cost per Mile
    Setelah mengetahui total jarak tempuh dan seluruh biaya yang dikeluarkan dalam periode yang sama, langkah berikutnya adalah menghitung cost per mile. Hasil perhitungan ini menunjukkan rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk setiap mil yang ditempuh kendaraan.

    Gunakan rumus berikut:

    Total Biaya Operasional ÷ Total Jarak Tempuh = Cost per Mile

    Sebagai contoh, sebuah kendaraan pengiriman menempuh 8.250 mil dalam satu bulan dengan total biaya operasional sebesar Rp165.000.000. Maka, perhitungannya adalah:

    Rp165.000.000 ÷ 8.250 = Rp20.000 per mil

    Artinya, perusahaan mengeluarkan rata-rata Rp20.000 untuk setiap mil yang ditempuh kendaraan selama periode tersebut. Hasil ini dapat dibandingkan antarbulan atau antarkendaraan untuk memantau biaya transportasi.

Apa yang Menyebabkan Cost per Mile Tinggi?

Cost per mile dipengaruhi oleh biaya transportasi dan jarak yang ditempuh untuk menyelesaikan pengiriman. Ketika kendaraan harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk melayani jumlah titik pengiriman yang sama, konsumsi bahan bakar, waktu pengemudi, dan biaya operasional kendaraan dapat meningkat. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan cost per mile menjadi lebih tinggi antara lain:

  1. Jarak Tempuh yang Panjang
    Jarak pengiriman yang lebih jauh membutuhkan bahan bakar, waktu pengemudi, dan penggunaan kendaraan yang lebih besar. Ketika titik pengiriman tersebar di berbagai lokasi, kendaraan perlu menempuh jarak yang lebih panjang untuk menyelesaikan seluruh pengiriman yang telah dijadwalkan.
  2. Rute yang Tidak Efisien
    Urutan rute berpengaruh langsung terhadap jarak yang ditempuh. Rute yang tidak direncanakan dengan baik dapat membuat kendaraan kembali melewati area yang sama atau menempuh perjalanan yang tidak diperlukan antar titik pengiriman, sehingga meningkatkan jarak tempuh dan biaya transportasi.
  3. Empty Miles
    Empty miles terjadi ketika kendaraan menempuh perjalanan tanpa membawa barang untuk dikirim. Perjalanan kembali ke gudang setelah menyelesaikan pengiriman atau perpindahan yang tidak diperlukan antar titik pengiriman dapat menambah jarak tempuh tanpa menghasilkan pengiriman tambahan.
  4. Titik Pengiriman yang Tersebar
    Titik pengiriman yang tersebar di berbagai area dapat meningkatkan jarak yang diperlukan untuk menyelesaikan satu perjalanan. Tanpa pengelompokan tujuan berdasarkan lokasi, kendaraan dapat menempuh rute yang lebih panjang, sehingga meningkatkan jarak tempuh dan biaya transportasi.

Bagaimana Optimasi Rute Dapat Mengurangi Biaya Transportasi

Optimasi rute memungkinkan distributor merencanakan rute pengiriman berdasarkan lokasi tujuan, jarak tempuh, kapasitas kendaraan, dan parameter operasional lainnya. Dibandingkan mengatur titik pengiriman secara manual, sistem dapat menentukan urutan perjalanan yang lebih efisien untuk setiap rute.

Rute yang telah dioptimalkan dapat mengurangi jarak tempuh yang tidak diperlukan serta jarak yang harus ditempuh untuk menyelesaikan pengiriman sesuai jadwal. Jarak tempuh yang lebih rendah dapat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar, waktu perjalanan pengemudi, dan biaya operasional kendaraan.

Optimasi rute juga dapat membantu mengelompokkan titik pengiriman berdasarkan lokasi. Dengan menempatkan tujuan yang berdekatan dalam rute yang sama, distributor dapat mengatur perjalanan pengiriman dengan lebih efisien dan memanfaatkan kendaraan yang tersedia secara optimal.

Kurangi Biaya Pengiriman dengan BOSNET Smart Route

BOSNET Smart Route membantu perusahaan mengoptimalkan proses distribusi dengan menganalisis jarak, kondisi lalu lintas, prioritas pengiriman, dan kapasitas armada untuk menghasilkan rencana rute yang lebih efisien. Dengan perencanaan rute yang tepat, perusahaan dapat mengurangi biaya transportasi, menghemat waktu pengiriman, dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya.

Melalui visibilitas distribusi yang lebih baik, BOSNET Smart Route membantu perusahaan meningkatkan performa pengiriman, menjaga ketersediaan produk, dan mendukung operasional logistik yang lebih efisien.

Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana BOSNET Smart Route dapat membantu mengoptimalkan operasional distribusi Anda.

#BOSNET #BestFMCGRunsBOSNET #Distribution #SupplyChain #IncreaseRevenue #ReduceCost

wa-icon