Goods in Transit: Penyebab, Risiko, dan Cara Mengelolanya

Published On

11 September 2026

main-thumb

Pengelolaan persediaan tidak berhenti setelah barang meninggalkan supplier. Produk dapat menghabiskan waktu beberapa jam atau hari selama perjalanan sebelum tiba di warehouse, toko, atau distribution center. Selama proses tersebut, perusahaan perlu mengetahui lokasi barang dan perkiraan waktu kedatangannya.

Ketika barang yang sedang dalam perjalanan tidak dicatat secara tepat, data persediaan dapat menunjukkan jumlah stok yang berbeda dari kondisi sebenarnya. Keterlambatan pengiriman, produk yang rusak, atau barang yang hilang juga dapat memengaruhi ketersediaan stok. Pemantauan goods in transit membantu perusahaan memperbarui data persediaan dan mengetahui kendala yang terjadi selama proses pengiriman.

Apa Itu Goods in Transit?

Goods in transit adalah barang jadi yang sudah dibeli dari supplier atau produsen, tetapi masih dalam proses pengiriman menuju toko, warehouse, atau distribution center. Barang tersebut sudah menjadi bagian dari persediaan perusahaan, tetapi belum sampai di lokasi tujuan.

Sebagai contoh, distributor memesan produk dari produsen dan mengirimkannya ke warehouse. Selama produk masih dalam perjalanan, barang tersebut termasuk goods in transit. Dengan mencatat barang yang sedang dikirim bersama stok yang sudah tersedia, perusahaan dapat melihat jumlah persediaan secara lebih menyeluruh, termasuk produk yang masih dalam perjalanan.

Jenis Risiko Goods in Transit

Barang yang masih dalam perjalanan dapat menghadapi berbagai risiko sebelum sampai di warehouse, toko, atau distribution center. Beberapa risiko yang sering terjadi meliputi:

  1. Kerusakan
    Produk dapat rusak saat proses loading, unloading, penanganan, atau pengiriman. Kerusakan dapat terjadi akibat penanganan yang kurang sesuai, kemasan yang tidak memadai, maupun kecelakaan selama perjalanan.
  2. Kehilangan
    Barang dapat hilang selama proses pengiriman akibat salah penempatan, kesalahan pengiriman, atau kendala lain dalam perjalanan. Barang yang hilang dapat menyebabkan perbedaan antara jumlah stok yang seharusnya diterima dan jumlah barang yang benar-benar sampai.
  3. Pencurian
    Produk dapat dicuri selama perjalanan atau saat disimpan sementara dalam proses pengiriman. Risiko pencurian dapat berbeda tergantung pada jenis produk, rute pengiriman, dan sistem keamanan yang digunakan.
  4. Keterlambatan Pengiriman
    Kemacetan, masalah kendaraan, kondisi cuaca, maupun kendala transportasi lainnya dapat menyebabkan barang tiba lebih lambat dari jadwal. Keterlambatan tersebut dapat memengaruhi ketersediaan stok dan rencana distribusi.
  5. Kesalahan Pengiriman
    Barang dapat dikirim ke lokasi yang salah atau diterima dalam jumlah yang tidak sesuai pesanan. Kesalahan seperti ini dapat menunda proses penerimaan dan menyebabkan perbedaan antara data pesanan dan barang yang diterima.

Penyebab Masalah Goods in Transit

Masalah dapat terjadi selama barang berada dalam perjalanan menuju lokasi tujuan. Berbagai faktor dapat memengaruhi kondisi, waktu kedatangan, maupun ketepatan pengiriman barang. Memahami penyebabnya membantu perusahaan mengetahui bagian mana dalam proses pengiriman yang perlu diperhatikan.

  1. Kemasan yang Tidak Sesuai
    Produk yang dikemas secara kurang sesuai lebih berisiko mengalami kerusakan selama perjalanan. Jenis kemasan perlu disesuaikan dengan karakteristik produk dan kondisi yang dapat terjadi selama proses pengiriman.
  2. Penanganan Barang yang Kurang Tepat
    Kesalahan saat loading, unloading, maupun proses pengiriman dapat menyebabkan produk rusak. Perpindahan barang yang dilakukan berulang kali juga dapat meningkatkan risiko kerusakan jika tidak ditangani secara benar.
  3. Kendala Transportasi
    Kerusakan kendaraan, masalah pada rute, dan kemacetan dapat menghambat perjalanan barang. Kendala tersebut dapat menyebabkan keterlambatan atau memengaruhi kondisi produk saat tiba di tujuan.
  4. Informasi Pengiriman yang Tidak Sesuai
    Kesalahan alamat, jumlah produk, atau detail pengiriman dapat menyebabkan barang dikirim ke lokasi yang salah atau diterima dalam jumlah yang berbeda dari pesanan.
  5. Koordinasi yang Kurang Baik
    Pengiriman dapat mengalami keterlambatan ketika supplier, distributor, dan tim delivery tidak memiliki informasi pengiriman yang sama. Koordinasi yang jelas membantu setiap pihak mengetahui status dan tujuan barang selama proses pengiriman.

Cara Mengelola Goods in Transit

Pengelolaan goods in transit membutuhkan pemantauan sejak barang meninggalkan supplier hingga tiba di lokasi tujuan. Setiap tahap perlu dicatat agar perusahaan dapat mengetahui status pengiriman dan memastikan barang yang diterima sesuai dengan data pengiriman.

  1. Pantau Status Pengiriman
    Perusahaan dapat memantau status setiap pengiriman selama proses berlangsung. Informasi terbaru membantu tim mengetahui apakah barang sudah dikirim, masih dalam perjalanan, atau sudah tiba di tujuan.
  2. Catat Detail Pengiriman
    Catat informasi seperti jumlah produk, tanggal pengiriman, lokasi tujuan, dan detail pengiriman lainnya. Data tersebut dapat digunakan saat memeriksa kesesuaian antara barang yang diterima dan informasi pengiriman.
  3. Periksa Barang Sebelum Dikirim
    Produk perlu diperiksa sebelum meninggalkan warehouse atau lokasi supplier. Tim dapat memeriksa jumlah barang, kondisi kemasan, dan detail pengiriman sebelum barang diserahkan kepada transporter.
  4. Konfirmasi Barang Saat Tiba
    Saat barang tiba, tim penerima perlu mencocokkan produk yang diterima dengan data pengiriman. Barang yang hilang, rusak, atau tidak sesuai dapat langsung dicatat dan ditindaklanjuti.

Bagaimana Teknologi Membantu Mengelola Goods in Transit

Teknologi membantu perusahaan mencatat dan memantau barang selama proses pengiriman. Sistem digital dapat menghubungkan informasi pengiriman dengan data persediaan dan delivery sehingga tim dapat melihat perkembangan barang selama perjalanan.

Informasi status pengiriman dapat menunjukkan posisi dan perkembangan setiap pengiriman, sedangkan catatan delivery secara digital dapat mencatat waktu barang tiba di lokasi tujuan. Setelah proses penerimaan selesai, data persediaan juga dapat diperbarui berdasarkan jumlah dan kondisi barang yang benar-benar diterima.

Goods in Transit vs. Inventory on Hand

Goods in transit dan inventory on hand menunjukkan dua kondisi persediaan yang berbeda.

Goods in transit adalah produk yang sudah dibeli tetapi masih dalam proses pengiriman menuju lokasi tujuan. Barang tersebut sudah menjadi milik perusahaan, tetapi belum tiba di warehouse, toko, atau distribution center.

Inventory on hand adalah produk yang sudah tersedia secara fisik di lokasi tertentu dan tercatat sebagai stok yang tersedia.

Sebagai contoh, distributor memiliki 500 unit produk di warehouse dan 200 unit lainnya masih dalam perjalanan dari produsen. Sebanyak 500 unit tersebut termasuk inventory on hand, sedangkan 200 unit yang masih dikirim termasuk goods in transit.

Dengan memantau kedua jenis persediaan tersebut, perusahaan dapat melihat stok yang tersedia sekaligus produk yang sedang dalam perjalanan.

Pantau Goods in Transit dengan BOSNET Mobile Delivery

BOSNET Mobile Delivery membantu distributor memantau pengiriman dan aktivitas delivery sehari-hari. Mulai dari pengiriman yang sudah dijadwalkan hingga bukti penerimaan barang, tim lapangan dapat memperbarui status pengiriman, mencatat konfirmasi penerimaan, dan mendokumentasikan aktivitas langsung melalui perangkat mobile.

Solusi BOSNET menyediakan pemantauan terpusat dan laporan secara real-time sehingga tim dapat mengikuti perkembangan pengiriman, mengetahui kendala operasional, dan memantau aktivitas delivery. Informasi tersebut membantu distributor menjaga proses pengiriman tetap terpantau dan memberikan informasi yang lebih jelas mengenai status barang selama perjalanan.

Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana BOSNET Mobile Delivery dapat membantu memantau goods in transit.

#BOSNET #BestFMCGRunsBOSNET #Distribution #SupplyChain #IncreaseRevenue #ReduceCost

wa-icon