Supply chain mencakup berbagai proses yang saling berkaitan, mulai dari pengadaan barang, pengelolaan stok, penyimpanan di gudang, hingga pengiriman produk ke pelanggan. Setiap proses memiliki peran dalam menjaga ketersediaan produk sekaligus mengendalikan biaya operasional.
Untuk mengetahui apakah seluruh proses tersebut berjalan sesuai target, perusahaan perlu memantau kinerjanya secara berkala. Supply chain KPI membantu perusahaan mengukur hasil operasional, melihat bagian yang belum mencapai target, dan menentukan proses yang perlu diperbaiki.
KPI Supply Chain yang Perlu Dipantau Perusahaan
Kinerja supply chain dapat diukur melalui beberapa indikator kinerja utama atau Key Performance Indicators (KPI). Metrik ini membantu perusahaan memantau pemenuhan pesanan, ketersediaan stok, kinerja pengiriman, dan akurasi persediaan. Pemantauan KPI secara berkala membantu perusahaan menemukan kendala operasional dan menilai apakah proses supply chain sudah mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.
- Perfect Order Fulfillment
Perfect Order Fulfillment adalah persentase pesanan pelanggan yang berhasil dikirim tanpa kendala. Sebuah pesanan dikategorikan sempurna jika memenuhi empat kriteria berikut:
- Complete: Semua produk dikirim sesuai jumlah yang dipesan pelanggan.
- On Time: Pesanan tiba sesuai jadwal pengiriman yang telah disepakati.
- Undamaged: Produk diterima pelanggan dalam kondisi baik dan tidak rusak.
- Accurate Documentation: Seluruh dokumen yang diperlukan, seperti surat jalan dan faktur, memuat informasi yang benar.
- Nilai Perfect Order Fulfillment yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan mampu memenuhi pesanan sesuai kebutuhan pelanggan, mulai dari proses pemesanan hingga produk diterima. - Fill Rate
Fill Rate mengukur persentase permintaan pelanggan yang dapat dipenuhi langsung dari stok yang tersedia. Pengukuran ini dapat dilakukan berdasarkan jumlah pesanan, baris pesanan (order line), atau unit produk.
Sebagai contoh, pelanggan memesan 100 unit produk, tetapi perusahaan hanya dapat mengirimkan 90 unit dari stok yang tersedia. Artinya, unit fill rate mencapai 90%. - OTIF (On-Time In-Full)
On-Time In-Full (OTIF) mengukur persentase pesanan yang dikirim sesuai jadwal dan dalam jumlah lengkap sesuai permintaan pelanggan. Pesanan hanya memenuhi kriteria OTIF jika kedua persyaratan tersebut terpenuhi.
Sebagai contoh, pesanan yang tiba sesuai jadwal tetapi jumlah produknya kurang tidak termasuk dalam kategori OTIF. Hal yang sama berlaku untuk pesanan lengkap yang tiba melewati tanggal pengiriman yang telah disepakati. - Order Cycle Time
Customer Order Cycle Time adalah rata-rata waktu yang dibutuhkan sejak pelanggan melakukan pemesanan hingga barang diterima. Pengukuran ini mencakup beberapa proses, mulai dari pemrosesan pesanan, persiapan barang di gudang, hingga pengiriman.
Order cycle time yang lebih singkat menunjukkan bahwa pesanan dapat diproses dan dikirim dalam waktu yang lebih cepat. - Days Sales of Inventory (DSI)
Days Sales of Inventory (DSI) mengukur rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan perusahaan untuk menjual stok yang tersedia. Metrik ini menunjukkan berapa lama produk tersimpan di gudang sebelum terjual.
DSI yang tinggi dapat menunjukkan adanya produk yang lambat terjual (slow-moving stock) atau kelebihan persediaan yang mengikat modal kerja. Sebaliknya, DSI yang rendah menunjukkan perputaran stok yang lebih cepat, tetapi juga berisiko menyebabkan kekurangan stok jika pengisian ulang tidak dilakukan tepat waktu. - Inventory Turnover
Inventory Turnover mengukur berapa kali perusahaan menjual dan mengganti persediaannya dalam periode tertentu, biasanya satu tahun.
Nilai inventory turnover yang tinggi umumnya menunjukkan bahwa produk bergerak lebih cepat dari gudang ke pelanggan. Namun, perusahaan juga perlu memantau Fill Rate untuk memastikan perputaran stok yang tinggi tidak menyebabkan ketersediaan produk menjadi terbatas. - Stock Accuracy
Stock Accuracy adalah persentase jumlah stok fisik yang sesuai dengan catatan dalam sistem manajemen persediaan. Perusahaan biasanya mengukur metrik ini melalui stock taking atau cycle counting.
Catatan stok yang akurat membantu perusahaan memantau ketersediaan produk, merencanakan pengisian ulang, dan memproses pesanan berdasarkan jumlah stok aktual. Sebaliknya, ketidaksesuaian data stok dapat menyebabkan kesalahan alokasi produk, kekurangan stok, dan kendala dalam pemenuhan pesanan.
Memantau Supply Chain KPI Secara Real-Time
Pemantauan supply chain KPI secara manual mengharuskan tim mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti laporan penjualan, catatan gudang, dokumen pengiriman, dan sistem persediaan. Ketika data tersebar di beberapa sumber, proses memperbarui laporan dan membandingkan hasil kinerja membutuhkan waktu tambahan.
Software Distribution Management System (DMS) membantu mengotomatiskan pemantauan KPI melalui pengumpulan data operasional dan penyajian hasil kinerja dalam bentuk dashboard dan laporan. Perusahaan dapat memantau pemenuhan pesanan, status pengiriman, jumlah stok, dan akurasi persediaan berdasarkan catatan dalam sistem.
Pemantauan otomatis juga memungkinkan manajer membandingkan kinerja berdasarkan periode, produk, gudang, dan wilayah distribusi. Jika suatu KPI belum mencapai target, tim dapat menelusuri penyebabnya dan menentukan penyesuaian operasional yang diperlukan.
Melalui informasi kinerja yang selalu diperbarui, perusahaan dapat mengevaluasi aktivitas supply chain berdasarkan hasil yang terukur, bukan hanya mengandalkan laporan manual.
Optimalkan Supply Chain dengan BOSNET Distribution Management System (DMS)
Kelola aktivitas distribusi secara lebih terintegrasi melalui BOSNET Distribution Management System (DMS). Solusi digital ini membantu bisnis mengelola berbagai proses distribusi, mulai dari pemantauan stok hingga pergerakan produk di setiap tahap operasional.
BOSNET DMS menyediakan informasi real-time mengenai kondisi stok, jadwal pengiriman, dan kinerja setiap channel. Data tersebut membantu bisnis memantau aktivitas distribusi, mengetahui kendala yang terjadi, serta mengelola operasional berdasarkan informasi terbaru.
Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana BOSNET DMS dapat membantu mengelola distribusi bisnis Anda.
#BOSNET #BestFMCGRunsBOSNET #Distribution #SupplyChain #IncreaseRevenue #ReduceCost

