Diskon banyak digunakan dalam distribusi FMCG untuk mendorong pembelian, mendukung target penjualan, dan menjaga hubungan bisnis antara produsen, distributor, dan retailer. Namun, setiap diskon tidak selalu dicatat atau diterapkan dengan cara yang sama. Ada diskon yang langsung mengurangi harga pada faktur, sementara jenis lainnya diberikan secara terpisah berdasarkan kesepakatan bisnis atau aktivitas penjualan tertentu.
Memahami perbedaan on-invoice dan off-invoice discount membantu perusahaan FMCG mengelola biaya promosi dagang (trade spending), menghitung biaya produk, dan mengevaluasi hasil finansial dari aktivitas promosi. Pencatatan diskon yang akurat juga membantu tim finance dan sales meninjau nilai transaksi serta menilai pengaruh promosi dagang terhadap pendapatan dan margin keuntungan.
Apa Itu On-Invoice Discount?
On-invoice discount adalah potongan harga yang langsung diberikan pada faktur saat produk dijual. Diskon ini mengurangi jumlah pembayaran yang harus dibayarkan pembeli dalam transaksi tersebut.
Sebagai contoh, distributor membeli 100 karton minuman seharga Rp200.000 per karton. Produsen memberikan on-invoice discount sebesar 10%, sehingga harga produk berkurang Rp20.000 per karton.
Berikut perhitungannya:
- Nilai pesanan awal: 100 × Rp200.000 = Rp20.000.000
- Diskon: 10% × Rp20.000.000 = Rp2.000.000
- Total faktur setelah diskon: Rp18.000.000
Distributor menerima faktur yang mencantumkan nilai pesanan awal dan potongan harga, sehingga total yang harus dibayarkan menjadi Rp18.000.000 sebelum pajak, biaya, atau penyesuaian lainnya yang berlaku.
On-invoice discount umumnya digunakan produsen untuk memberikan potongan harga secara langsung, mendorong pembelian dalam jumlah besar, atau menerapkan kesepakatan harga tertentu pada transaksi.
Apa Itu Off-Invoice Discount?
Off-invoice discount adalah potongan harga atau keuntungan finansial yang diberikan secara terpisah dari faktur penjualan awal. Pembeli biasanya membayar sesuai jumlah yang tertera pada faktur terlebih dahulu. Diskon kemudian diberikan melalui credit note, rebate, reimbursement, atau mekanisme lain sesuai kesepakatan.
Sebagai contoh, produsen menjual 100 karton minuman kepada distributor seharga Rp200.000 per karton. Distributor membayar total faktur sebesar Rp20.000.000. Berdasarkan kesepakatan terpisah, produsen memberikan rebate sebesar 10% setelah distributor mencapai target penjualan yang telah ditentukan.
Jika distributor memenuhi seluruh persyaratan untuk mendapatkan rebate, nilai yang diterima adalah Rp2.000.000. Rebate tersebut diproses secara terpisah sesuai kesepakatan, bukan langsung dikurangi dari faktur awal.
Off-invoice discount sering dikaitkan dengan persyaratan tertentu, seperti target penjualan, aktivitas promosi, volume pembelian, atau kesepakatan antara produsen dan distributor.
On-Invoice vs. Off-Invoice Discount: Perbedaan Utamanya
Kedua jenis diskon ini sama-sama mengurangi biaya pembelian yang ditanggung pembeli. Namun, keduanya memiliki perbedaan dalam waktu pemberian, pencatatan, dan cara perhitungannya.
- Waktu Pemberian Diskon
On-invoice discount diberikan saat faktur diterbitkan. Pembeli langsung melihat potongan harga pada transaksi dan membayar sesuai nilai faktur setelah diskon.
Sementara itu, off-invoice discount diberikan secara terpisah, biasanya setelah pembeli memenuhi persyaratan yang telah disepakati. Manfaat diskon baru diterima setelah aktivitas penjualan atau pembelian yang menjadi syaratnya selesai diverifikasi. - Pencatatan pada Faktur
On-invoice discount tercantum langsung pada faktur penjualan sehingga mengurangi jumlah yang harus dibayar dalam transaksi tersebut.
Sebaliknya, off-invoice discount dicatat secara terpisah dari faktur awal. Bergantung pada kesepakatannya, pemberian diskon dapat diproses melalui credit note, rebate claim, atau penyesuaian keuangan lainnya. - Syarat Pemberian Diskon
On-invoice discount dapat langsung diterapkan pada pembelian yang memenuhi ketentuan harga yang telah disepakati. Beberapa penawaran juga mensyaratkan jumlah minimum pembelian atau ketentuan lainnya.
Off-invoice discount biasanya bergantung pada pencapaian target tertentu, seperti memenuhi target penjualan, membeli produk dalam jumlah tertentu, atau menyelesaikan campaign promosi. - Pencatatan Keuangan
On-invoice discount tercatat langsung dalam transaksi sehingga tim finance dapat melihat potongan harga saat memeriksa nilai faktur.
Off-invoice discount memerlukan pencatatan tambahan untuk memeriksa apakah persyaratan sudah terpenuhi, menghitung nilai diskon, dan mencocokkan jumlahnya dengan kesepakatan bisnis terkait. - Dampak terhadap Arus Kas
On-invoice discount langsung mengurangi jumlah pembayaran yang harus dikeluarkan pembeli saat melakukan pembelian.
Berbeda dengan itu, off-invoice discount mengharuskan pembeli membayar nilai faktur awal terlebih dahulu sebelum menerima potongan harga. Waktu penerimaan diskon ini dapat memengaruhi modal kerja dan perencanaan arus kas perusahaan.
Contoh On-Invoice dan Off-Invoice Discount dalam Industri FMCG
Produsen dan distributor FMCG menggunakan berbagai jenis diskon sesuai tujuan dan kesepakatan bisnis masing-masing.
On-Invoice Discount
- Volume Discount: Produsen memberikan potongan harga pada faktur ketika distributor membeli produk dalam jumlah tertentu.
- Trade Discount: Supplier memberikan potongan harga sesuai kesepakatan kepada pembeli tertentu, seperti distributor atau retailer.
- Immediate Promotional Discount: Supplier mengurangi nilai faktur selama periode promosi untuk mendorong pembelian.
- Agreed Distributor Pricing: Produsen menerapkan potongan harga yang telah disepakati pada setiap pembelian distributor berdasarkan perjanjian bisnis.
Off-Invoice Discount
- Volume Rebate: Distributor menerima rebate setelah mencapai target pembelian atau penjualan tertentu dalam periode yang telah ditentukan.
- Promotional Reimbursement: Produsen mengganti biaya promosi distributor atau retailer yang memenuhi persyaratan setelah bukti pengeluaran diserahkan dan disetujui.
- Performance Incentive: Distributor menerima insentif finansial setelah mencapai target penjualan atau distribusi yang telah ditetapkan.
- Growth Rebate: Produsen memberikan rebate ketika distributor berhasil meningkatkan jumlah pembelian atau penjualan sesuai target dalam periode tertentu.
Pencatatan dan perlakuan setiap jenis diskon bergantung pada kesepakatan bisnis serta kebijakan akuntansi yang digunakan oleh masing-masing pihak.
Mengapa On-Invoice dan Off-Invoice Discount Penting?
Diskon memengaruhi biaya produk, perhitungan pendapatan, biaya promosi dagang (trade spending), dan hasil finansial dari aktivitas penjualan. Memantau kedua jenis diskon ini membantu perusahaan mengevaluasi kesepakatan bisnis dan menjaga pencatatan transaksi tetap akurat.
- Menghitung Biaya Produk
On-invoice discount langsung mengurangi nilai pembelian yang tercatat pada faktur. Off-invoice discount juga dapat mengurangi biaya pembelian produk, tergantung pada kesepakatan dan perlakuan akuntansi yang berlaku.
Perusahaan perlu memperhitungkan diskon yang diterima saat menghitung biaya produk dan margin keuntungan. - Mengelola Trade Spending
Trade spending adalah anggaran yang dialokasikan produsen untuk aktivitas bisnis bersama distributor dan retailer. Diskon, rebate, dan penggantian biaya promosi dapat menjadi bagian yang cukup besar dari pengeluaran ini.
Pencatatan diskon berdasarkan pelanggan, produk, campaign, dan periode membantu perusahaan memantau alokasi anggaran trade spending. - Mengevaluasi Hasil Promosi
Diskon dapat meningkatkan volume penjualan, tetapi kenaikan penjualan belum tentu diikuti peningkatan keuntungan. Perusahaan perlu membandingkan tambahan penjualan, biaya diskon, dan margin keuntungan untuk menilai hasil promosi.
Sebagai contoh, sebuah campaign berhasil menghasilkan pesanan tambahan, tetapi keuntungan yang diperoleh justru lebih rendah karena biaya diskon melebihi nilai tambahan penjualan tersebut. - Menjaga Akurasi Catatan Keuangan
Setiap jenis diskon memiliki dokumen dan proses penyelesaian yang berbeda. Pencatatan yang akurat membantu tim finance mencocokkan faktur dengan credit note, rebate claim, dan penggantian biaya promosi.
Proses rekonsiliasi juga membantu perusahaan menemukan klaim ganda, kesalahan perhitungan diskon, dan pembayaran yang belum diselesaikan. - Menjaga Hubungan Bisnis dengan Distributor
Produsen dan distributor perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai ketentuan diskon, persyaratan penerimaan, dan mekanisme pembayaran. Catatan transaksi yang akurat membantu kedua pihak memeriksa diskon yang diberikan serta menyelesaikan perbedaan nilai pembayaran jika terjadi ketidaksesuaian.
Cara Mengelola On-Invoice dan Off-Invoice Discount
Pengelolaan diskon membutuhkan koordinasi antara tim sales, finance, dan distribusi. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan perusahaan agar pencatatan diskon tetap akurat dan hasil kesepakatan bisnis dapat dipantau.
- Tetapkan Ketentuan Diskon
Catat persentase diskon, produk yang memenuhi syarat, pelanggan yang berhak menerima diskon, masa berlaku, serta persyaratan pembelian atau penjualan. Ketentuan tertulis membantu kedua pihak memahami kapan diskon berlaku dan bagaimana nilainya dihitung. - Catat Diskon Secara Akurat
Catat on-invoice discount langsung pada transaksi terkait. Sementara itu, catat off-invoice discount secara terpisah, termasuk informasi kesepakatan, dokumen pendukung, status persetujuan, dan jumlah yang harus dibayarkan.
Pencatatan yang akurat membantu perusahaan memantau total biaya diskon berdasarkan pelanggan dan periode penjualan. - Periksa Persyaratan Rebate
Sebelum menyetujui off-invoice discount, pastikan distributor atau retailer telah memenuhi persyaratan yang disepakati. Sebagai contoh, volume rebate perlu diperiksa berdasarkan catatan pembelian yang memenuhi syarat. Sementara itu, promotional reimbursement perlu dicocokkan dengan ketentuan campaign yang telah disetujui. - Rekonsiliasi Faktur dan Pembayaran
Bandingkan faktur awal dengan credit note, rebate, dan reimbursement yang terkait. Proses rekonsiliasi membantu memastikan jumlah diskon sesuai dengan kesepakatan serta saldo yang belum diselesaikan tercatat secara akurat. - Evaluasi Hasil Pemberian Diskon
Bandingkan biaya diskon dengan volume penjualan, pendapatan, dan margin keuntungan. Evaluasi berdasarkan produk, pelanggan, dan campaign membantu perusahaan mengetahui kesepakatan mana yang memberikan hasil sesuai target dan mana yang perlu ditinjau kembali.
Kelola Aktivitas Distribusi dan Trade dengan BOSNET E-Claim
BOSNET E-Claim membantu principal memantau dan mengelola anggaran promosi serta pelaksanaan program. Kampanye, pengajuan klaim, dan catatan penggunaan anggaran tercatat dalam satu sistem terpusat sehingga tim dapat meninjau aktivitas promosi yang dijalankan oleh berbagai distributor.
Tim dapat meninjau penggunaan anggaran dan status klaim dalam satu platform. Informasi yang tercatat membantu menjaga kesesuaian antara rencana program dan pelaksanaan di lapangan.
Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana BOSNET E-Claim membantu mengelola klaim promosi dan memantau penggunaan anggaran secara terpusat.
#BOSNET #BestFMCGRunsBOSNET #Distribusi #SupplyChain #IncreaseRevenue #ReduceCost

