Slow-moving product adalah produk yang memiliki tingkat penjualan rendah dan tersimpan dalam persediaan dalam waktu yang lama. Ketika produk membutuhkan waktu lebih lama untuk terjual, stok akan terus memenuhi ruang penyimpanan di gudang.
Stok yang terlalu lama berada di gudang dapat mengikat modal dan mengurangi ruang yang tersedia bagi produk lain. Perusahaan juga tetap menanggung biaya penyimpanan dan penanganan meskipun penjualan produk tersebut masih rendah.
Strategi Slow-Moving Product untuk Meningkatkan Penjualan
- Gunakan Demand Forecasting
Demand forecasting membantu bisnis memperkirakan permintaan produk berdasarkan data penjualan sebelumnya, tren musiman, dan perubahan pasar. Data tersebut dapat menunjukkan produk yang memiliki potensi penjualan tinggi maupun produk yang permintaannya cenderung rendah.
Hasil forecasting dapat menjadi acuan dalam menentukan jumlah stok yang perlu disiapkan. Perusahaan juga dapat mengurangi risiko menyimpan persediaan dalam jumlah yang melebihi kebutuhan. - Promosikan Slow-Moving Product
Tim sales dapat menggunakan promosi untuk meningkatkan minat terhadap produk yang memiliki tingkat penjualan rendah. Salah satu caranya adalah menggabungkan slow-moving product dengan produk yang memiliki penjualan tinggi dalam satu paket.
Diskon, penawaran khusus, dan kombinasi produk juga dapat digunakan untuk mendorong penjualan stok yang sudah lama tersimpan di gudang. - Tingkatkan Visibilitas Stok
Slow-moving product dapat luput dari perhatian ketika pencatatan stok tidak diperbarui secara rutin. Informasi persediaan yang tidak akurat juga membuat bisnis kesulitan mengetahui berapa lama produk telah tersimpan dan berapa besar biaya yang sudah dikeluarkan.
Pembaruan data stok dan stock opname membantu tim menemukan produk dengan pergerakan rendah. Informasi mengenai jumlah dan pergerakan stok juga membantu bisnis mengambil tindakan sebelum persediaan yang bergerak lambat menimbulkan biaya yang lebih besar. - Pantau Biaya Slow-Moving Stock
Distributor perlu memantau biaya yang muncul dari slow-moving stock. Data tersebut menunjukkan jumlah modal yang masih tertahan pada produk yang belum menghasilkan penjualan sesuai target.
Tim finance dapat membandingkan biaya persediaan dengan proyeksi penjualan dan ROI untuk melihat potensi keuntungan dari modal yang digunakan. Produk dengan tingkat pengembalian rendah dapat ditinjau kembali sebelum perusahaan melakukan pembelian stok berikutnya. - Tetapkan Standar Pengadaan Stok
Perusahaan dapat menetapkan pedoman pengadaan stok agar pembelian sesuai kebutuhan dan risiko overstock dapat dikurangi. Riwayat penjualan, hasil demand forecasting, dan jumlah stok yang tersedia dapat menjadi pertimbangan saat menentukan jumlah pembelian. - Lakukan Review SKU secara Berkala
Review SKU secara rutin membantu bisnis menemukan produk yang sudah tersimpan dalam waktu lama. Perbandingan antara hasil demand forecasting dan penjualan aktual juga menunjukkan apakah penjualan produk berjalan sesuai perkiraan.
Produk dengan penjualan yang menurun atau pergerakan rendah dapat segera ditindaklanjuti sebelum menjadi dead stock. Tim kemudian dapat menentukan langkah yang sesuai berdasarkan kondisi masing-masing produk. - Pindahkan Stok ke Lokasi atau Channel dengan Permintaan Lebih Tinggi
Lokasi penyimpanan dapat memengaruhi pergerakan suatu produk. Perbedaan preferensi pelanggan dan tren produk antarwilayah membuat tingkat penjualan suatu SKU dapat berbeda di setiap area.
Memindahkan stok ke lokasi atau channel dengan permintaan lebih tinggi dapat membantu meningkatkan peluang penjualan. Strategi ini juga membantu distributor mengurangi stok yang terlalu lama tersimpan di lokasi dengan pergerakan rendah.
Pantau Slow-Moving Stock dengan Software Manajemen Stok
Pemantauan stok menggunakan spreadsheet dan stock opname manual membutuhkan waktu, terutama saat bisnis mengelola banyak SKU di berbagai lokasi. Pencatatan manual juga dapat menyebabkan kesalahan saat memperbarui status dan pergerakan barang.
Software manajemen stok membantu bisnis melihat pergerakan produk secara lebih mudah. Setiap SKU dapat dicatat menggunakan barcode sehingga tim dapat memantau jumlah stok dan aktivitas penjualan dalam sistem. Data tersebut membantu menemukan produk yang cepat terjual maupun slow-moving product, sehingga tim dapat segera meninjau stok yang memiliki pergerakan rendah.
Kelola Slow-Moving Stock dengan BOSNET Warehouse Management System (WMS)
BOSNET Warehouse Management System membantu perusahaan dalam mengelola stok di seluruh aktivitas gudang. Dengan otomatisasi proses inventaris dan visibilitas data secara real-time, perusahaan dapat mengidentifikasi produk lebih cepat, melacak pergerakan stok dengan lebih akurat, serta menjaga pencatatan di berbagai lokasi gudang.
Melalui sistem yang dapat memperbarui data persediaan berdasarkan aktivitas fisik di gudang, BOSNET Warehouse Management System membantu menjaga data stok tetap sesuai dengan kondisi aktual. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan terkait persediaan dan membantu perusahaan Anda meningkatkan revenue serta menekan biaya operasional.
Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana BOSNET Warehouse Management System dapat membantu mengelola operasional gudang Anda secara lebih efisien.
#BOSNET #BestFMCGRunsBOSNET #Distribution #SupplyChain #IncreaseRevenue #ReduceCost

